Dr.Ridlwan Kamaluddin : Era New Normal, Masjid Harus Persiapkan Protokol Kesehatan

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO - Sejumlah kota di luar zona merah Covid-19 telah mengizinkan masjid dan mushala untuk menggelar sholat berjamaah. "Meski tidak mudah mengimbau warga mengikuti protokol saat shalat berjamaah di masa "new normal", perlu dilakukan sosialisasi agar mereka tetap beribadah namun tetap menjaga kesehatan, "ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed Dr. Ridlwan Kamaluddin, S.Kep.,Ns, M.Kep.

Dr.Ridlwan yang juga Ketua Lab Keperawatan Gawat Darurat dan Bencana FIKes Unsoed (Soedirman Emergency and Disaster Squad/SEDS) ini mengatakan bahwa seiring dengan penanganan dan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, saat era new normal semua aspek kehidupan perlu beradaptasi. 

"Dalam era “new normal”, semua akan beradaptasi di berbagai aspek kehidupan, termasuk beberapa hal penting dalam aktivasi masjid. Mulai dari kewajiban jamaah ketika dirumah, ketika di masjid dan setelah pulang dari masjid. Begitu juga dengan pengelola masjid, protokol kesehatan dan “ubo rampenya” harus disiapkan dalam rangka aktivasi masjid di era new normal," jelas Dr.Ridlwan.

Dr. Ridlwan yang juga Satgas Covid-19 Unsoed menjelaskan beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan oleh jamaah dan pengurus masjid :

1. Bagi Pengurus Masjid,

a. Mengajukan surat permohonan kelayakan masjid kepada pemerintahan setempat sesuai level masjid,

b. Menyediakan peralatan dan bahan kesehatan sesuai protokol Covid-19: menyediakan tempat cuci tangan/handsanitizer, thermogun, dan lainnya,

c. Membersihkan/ desinfeksi masjid sebelum dan setelah sholat berjamaah,

d. Menandai tempat berdiri jamaah /membuat tanda shaf sholat dengan minimal jarak 1,5 meter,

e. Mempersingkat waktu tunggu antara adzan dan iqomah (maksimum 10 menit),

f. Karpet digulung,

g. Al Qur’an dan buku-buku agama sementara disimpan,

h. Kotak infaq diletakkan secara permanen (tidak menyediakan kotak infaq keliling),

i. Menjaga sirkulasi udara dengan baik selama kegiatan ibadah (membuka jendela, dan lainnya),

j. Memisahkan antara pintu masuk dan pintu keluar masjid,

k. Masjid diutamakan bagi warga setempat, apabila ada warga dari luar maka disediakan tempat khusus (serambi masjid dengan pengawasan ketat),

l. Waktu khutbah jumat dipersingkat (maksimal 20 menit),

m. Menyediakan petugas piket pemantau protokol kesehatan selama ibadah berlangsung,

n. Menyediakan poster/panduan protokol kesehatan bagi jamaah dalam beribadah di masjid.

2. Bagi Jamaaha. J

amaah sebelum berangkat ke Masjid:

1) Berwudlu dari rumah,

2) Membawa sajadah dan Al Qur’an pribadi,

3) Memakai masker,

4) Tidak membawa anak-anak,

5) Bagi lansia disarankan untuk sholat di rumah masing-masing,

6) Melakukan cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

b. Jamaah sampai di masjid :

1) Menggunakan handsanitizer / cuci tangan yang sudah disediakan,

2) Cek suhu sebelum masuk masjid,

3) Menempati shaf sesuai dengan petunjuk yang disediakan oleh pengurus masjid,

4) Tidak berkerumun /  menjaga jarak selama di masjid (minimal 1.5 meter),

5) Memakai masker selama di masjid 

6) Tidak bersalaman,

7) Menggunakan Handphone/Al Qur’an pribadi apabila ingin membaca Al-Qur’an

8) Diusahakan untuk tidak menyentuh barang/benda yang ada di masjid,

9) Menempatkan sendal/sepatu di tempat yang sudah disediakan.

c. Jamaah setelah dari masjid :

1) Cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir,

2) Menempatkan sendal/sepatu di luar rumah,

3) Pakaian yang dipakai ke masjid di tempatkan di tempat khusus (tidak dibawa ke dalam kamar/rumah),

4) Ganti baju dan celana/sarung setelah mengikuti sholat Jum’at.

Instruktur di Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta ini juga menjelaskan bahwa cukup lengkap protokol dan langkah-langkah yang dipersiapkan dalam penyelenggaraan ibadah di era new normal ini. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dipatuhi bersama seperti kuota jamaah masjid hanya 40%, protokol yang harus dilalui, serta “ubo rampe” yang harus dibawa ketika beribadah di masjid. 

"Semua ini membutuhkan kerjasama antara semua pihak khususnya pengurus masjid dan jamaah. Kunci utama adalah perlunya ketegasan pengurus masjid dalam memberlakukan aturan dan protokol yang sudah ditetapkan, disamping itu kesadaran masyarakat dalam mengikutinya demi kebaikan dan kemaslahatan bersama, " imbuh Dr.Ridlwan. (hen/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response