Dr.Enha Sebut, Saat Ini Teknologi Informasi Dan Komunikasi Berkembang Pesat

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-20 Fakultas Teknik (FT) Unsoed di gelar di aula FT Unsoed pada hari Kamis (26/11/2020) secara offline dan online. Adapun peserta orasi di antaranya Dekan, para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Ketua Lab, Alumni, dan Mahasiswa.

Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum mengatakan bahwa salah seorang yang menyampaikan orasi adalah Dosen Jurusan Teknik Informatika FT Unsoed Dr.Nurul Hidayat (Dr.ENHA). Dia menyampaikan bahwa Keberadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini berkembang pesat, menawarkan potensi besar untuk mengatasi permasalahan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu di Perguruan Tinggi. 

Menurut Dr.Enha, program yang diselenggarakan oleh Kemendikbud sebagai upaya untuk pemerataan pendidikan dilakukan melalui program Sistem Pendidikan Daring yang di singkat SPADA Indonesia dengan menggunakan Learning Management System (LMS). 

"Implementasi SPADA Indonesia, secara umum mengikuti proses pembelajaran dari mata kuliah E-learning yang ditawarkan melalui LMS untuk Pendidikan Profesi Guru (PPG) pengampu mata pelajaran bidang eksakta dan non eksakta, guru kelas TK serta guru kelas SD. Meskipun LMS dirancang dan dioperasikan dengan baik oleh tim pengajar yang luar biasa, namun proses pembelajaran melalui LMS memiliki kelemahan yaitu ketidakmampuan untuk mempersonalisasikan pembelajaran (Liyanage dkk., 2014)," ujarnya. 

Hal ini lanjutnya, disebabkan LMS menyediakan konten yang sama untuk semua mahasiswa dalam Proses Pembelajaran yang diberikan LMS kurang mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik gaya belajar dari masing-masing mahasiswa. Setiap mahasiswa memiliki gaya belajar yang berbeda dan bisa belajar dengan lebih baik dengan cara yang berbeda-beda.

Dari orasi ilmiahnya Dr. Enha menyimpulkan pertama, Modifikasi Algoritme K-Mean ini mampu mengoptimalkan proses pengelompokan data set. Kedua, Model deteksi gaya belajar otomatis menggunakan Modifikasi Algoritme K-Means dan NB mampu meningkatkan Performa nilai Precision, Recall, F-Measure, dan Akurasi. Ketiga, untuk mata pelajaran Bahasa Inggris YANG MEWAKILI BIDANG NON EKSATA paling banyak memiliki model gaya belajar Reflective, Intuitif, Verbal, dan Global. Sedangkan untuk pelajaran matematika YANG MEWAKILI BIDANG EKSATA paling banyak memiliki model gaya belajar Aktif, Intuitif, Verbal, dan Sequential.

"Semoga orasi ilmiah ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya dalam implentasi personalisasi gaya belajar di dalam LMS," harapnya. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response