Dr.Endang Triyanto Sebut, Pembelajaran Online Mempengaruhi Kesehatan Siswa

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO - Angka kasus Covid-19 yang terus meningkat menjadi kekhawatiran banyak orang tua siswa. Pembatasan interaksi fisik antara guru dan siswa sejauh ini dipandang sebagai metode paling efektif demi mencegah penyebaran wabah Covid-19. Sebagian besar sekolah melaksanakan sistem bekerja dari rumah (Work From Home / WFH), meniadakan belajar tatap muka diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan jaringan internet. 

"Banyak sekolah yang tak mampu menerapkan PJJ dengan baik. Alasannya kurangnya akses internet dan siswa mengalami kesenjangan antara yang mampu dan tidak  ketika menjalani PJJ dengan baik, "ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. 

Dosen Jurusan Keperawatan Fak.Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKES) Unsoed Dr.Endang Triyanto,S.Kep.Ns.M.Kep. menuturkan, pembelajaran secara daring (online) selama pandemi Covid-19 memengaruhi kesehatan siswa. Aktivitas pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah menurutnya, kini harus dilakukan di rumah. 

Kondisi ini, bagi siswa dan para orangtua menjadi stressor terutama masalah psikologis. Beberapa riset sederhana menjelaskan bahwa siswa yang belajar dari rumah merasa stress dengan beban tugas yang diberikan. 

"Stress ini menimbulkan persoalan kesehatan lain, di antaranya pola makan dan pola tidur. Pola makan menjadi tidak teratur pada akhirnya menimbulkan penyakit gastritis atau penyakit lambung. Gastritis ditandai dengan produksi asam lambung yang meningkat disebabkan oleh telat makan dan stress. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah disiplin jam makan dan pemilihan makanan yang sehat dengan nutrisi seimbang, "ucap Dr. Endang.

Lebih lanjut Dr. Endang menjelaskan bahwa disisi lain pembelajaran secara daring ternyata menimbulkan siswa malas untuk berolah raga. Hal ini timbul berkenaan dengan terbatasnya aktivitas yang hanya boleh dilakukan di rumah.

"Kurangnya olah raga ditambah jenis makanan instan yang kurang serat dapat menyebabkan penyakit pencernaan berupa konstipasi atau susahnya buang air besar, "paparnya.

Dia berharap, meskipun pembelajaran dilakukan secara daring, sebaiknya tetap berolah raga yang dapat dilakukan di rumah, semisal badminton ataupun senam aerobic.

Dr. Endang menambahkan, apabila ditelaah lebih detail, lamanya aktivitas siswa di depan HP maupun laptop dapat mengakibatkan persoalan kesehatan mata. Mata yang terpapar oleh radiasi dari media elektronik dapat menjadi iritasi. Tanda iritasi pada mata di antaranya mata menjadi kemerahan. Oleh karena itu, pencegahan yang dapat dilakukan adalah  perlu mengurangi pencahayaan HP/laptop dan menggunakan kaca mata anti radiasi.

"Meskipun pembelajaran secara daring, namun menjaga kesehatan harus tetap dilakukan, " ungkapnya.

Cara Sehat Saat Pandemi

Pengalaman diungkapkan oleh Hj.Mumtaz Sardewi,ST.salah satu orang tua siswa. Selama pandemi, Mumtaz bekerja dari rumah, disisi lain ia juga sebagai pendamping dan guru bagi anaknya Amira Afifah Ramadhanti Santosa (Amira) selama PJJ. Amira sendiri sekarang duduk di bangku kelas 4 SD.

Mumtaz menjalani hari harinya bersama putrinya Amira setelah suaminya meninggal 6 tahun yang lalu, ketika usia Amira 3 tahun 4 bulan. Mumtaz harus mendampingi anaknya sekolah secara daring, sementara dia berusaha memahami semua mata pelajaran anaknya. Belum lagi persoalan teknis jaringan dan segala persoalannya.

Situasi tersebut melatih kesabaran Mumtaz untuk memahami maksud buah hatinya. Karena pandemi, dia harus lebih sering mendampingi Amira. Mumtaz sendiri menyadari anaknya mengalami kebosanan yang luar biasa, sehingga perlu pendampingan dirinya.

Mumtaz berharap ada perkembangan pada Amira selama pandemi, salah satunya menjaga kesehatan anaknya dengan olah raga secara mandiri dan olah raga PJOK.

Olah raga mandiri yang dia lakukan adalah jalan pagi (jogging) selama 30 menit, minimum dua hari dalam seminggu. Dilanjutkan dengan berjemur selama 15 menit. Jogging sangat penting untuk melatih motorik anaknya, gunanya untuk stimulasi pada anak merangsang pertumbuhan dan perkembangannya.

Selain olah mandiri pihak sekolah juga menyelenggarakan pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) melalui internet. Guru PJOK mengirimkan bermacam-macam materi olah raganya dalam bentuk video maupun instruksi-instruksi olah raga secara live, dipantau oleh gurunya lewat internet.

Jenis Olah Raga PJOK yang diajarkan di antaranya :

a. Senam Irama

Instruksi senam irama dari video dikirim guru lewat internet. Mumtaz merekam aktivitas senam Amira dari video, hasil rekaman dikirim ke guru lewat whatsaap atau email.

b. Permainan Bola Kertas

Sebelumnya siswa ditugaskan untuk membuat bola kertas sendiri dengan cara membuat gulungan 15 lembar kertas yang tidak dipakai menyerupai bola. Gulungan dibungkus kantong "kresek" dan diikat. Beberapa jenis gerakan dalam olah raga ini adalah lempar bola kertas ke dinding dengan tangan kanan 10 kali dan tangan kiri 10 kali,  Lempar bola kertas ke dalam ember diiringi tepuk tangan 2 kali selama 1 menit, tendangan bola kertas ke tembok selama 1 menit, lempar tangkap bola dengan teknik lempar lurus (dari atas kepala ke arah dada) selama 30 detik berpasangan, Pesawat Terbang Kertas, dan Lari Zigzag selama 1 menit.

Selama PJJ, orang tua berperan penting menggantikan peran guru. Sesama orang tua pun saling berbagi pengalaman dan berdiskusi dalam komunitas. Namun, untuk hal-hal khusus seperti pemahaman pelajaran Mumtaz  berkoordinasi langsung dengan guru-guru melalui WA atau telephone. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response