Dr.Agus Haryanto Sebut, Jika Biden Menang Kemungkinan Kebijakan Fundamental Luar Negeri Berubah

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) berlangsung sangat ketat. Selain presiden, warga AS juga memberi suara untuk memilih 435 anggota DPR AS dan 35 dari 100 senator. Trump dan Biden merupakan calon presiden yang mengikuti pemilu 2020.

Sesuai jadwal, ada negara bagian yang menetapkan seluruh surat suara harus diterima PPS ketika TPS ditutup 03 November 2020 pukul 19.00 waktu setempat. Ada pula negara bagian yang mengizinkan perhitungan suara yang dikirim lewat pos dan baru diterima PPS paling telat 06 November 2020.

"Diperlukan 270 dari 538 suara dewan elektoral bagi capres untuk memenangi pilpres, sedangkan Presiden terpilih akan dilantik 20 Januari 2021, "ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Walaupun calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, mendekati kemenangan atas calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, dosen FISIP Unsoed yang juga Ketua Jurusan Hubungan Internasional Unsoed Dr. Agus Haryanto,S.IP.,MSi. mengatakan bahwa pilpres di AS ini, kita menunggu hasil resmi dari pemerintah Amerika Serikat.

Berkaitkan dengan kebijakan luar negeri kata Dr. Agus, jika Biden yang menang, maka kemungkinan kebijakan fundamental kebijakan luar negeri akan berubah. 

"Amerika akan kembali mempromosikan nilai - nilai demokrasi dan terlibat dalam kepemimpinan di dunia internasional. Artinya, Amerika akan turut terlibat lebih dalam kembali dalam persoalan - persoalan regional, termasuk di Asia Tenggara. Seperti kita ketahui, sebagai salah satu negara adikuasa, proses dan hasil pilpres AS akan mempengaruhi dunia global, termasuk pola hubungan negara-negara dengan AS, secara bilateral ataupun multilateral, " katanya.

Wakil Sekjen Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) ini menambahkan bahwa bagi politik luar negeri Indonesia, yang patut menjadi perhatian adalah stabilitas Asia Tenggara jika Amerika dipimpin oleh Biden. Misalnya, bagaimana keterlibatan AS terkait dengan Laut China Selatan, bagaimana kebijakan AS ke depan terkait dengan hubungan ekonomi dengan negara - negara di Asia Tenggara yang saat ini memiliki volume perdagangan terus meningkat dengan China.

Ketika ditanya masalah stabilitas Asia Tenggara dalam Politik Luar Negeri Indonesia, apakah Biden memberikan jaminan itu jika menang?

Dr. Agus Haryanto menjelaskan, kalau jaminan tidak ada, tapi kita bisa membaca dari garis umum Partai Demokrat yang selama ini mempromosikan American Values, seperti Demokrasi dan HAM. Sedangkan Republik yang lebih cenderung mempromosikan Nasionalisme Amerika.

"Soal stabilitas di Asia Tenggara, AS memiliki mitra strategis seperti Filipina. Dan selama masa Obama kemarin, AS menaruh perhatian penting dalam stabilitas regional asia Tenggara dengan cara mencoba lebih aktif dalam berbagai isu regional seperti Laut Cina Selatan dan menjalin hubungan ekonomi lebih dalam. Tapi di masa Trump, AS seperti menarik diri dari kepemimpinan global. AS lebih banyak mengurus persoalan domestik. Perang dagang dengan China pun dilatarbelakangi oleh pertimbangan ekonomi nasional AS, " terangnya.

Apa untung-ruginya bagi Indonesia jika Biden terpilih ?

"Situasi umumnya untuk wilayah Asia Tenggara, kekuatan China akan diimbangi oleh kehadiran AS dalam kepemimpinan global. Ini bisa dilihat sebagai keuntungan maupun kerugian. Tergantung seberapa siap pemerintah kita mensikapi situasi ini," katanya.(hen)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response