Dr.Agus Haryanto Sebut Indonesia Tidak Akan Mencampuri Urusan Dalam Negeri Afghanistan

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Konflik dan keterbelakangan Afghanistan selain akibat perang saudara sejak 1979, negara ini juga terpecah menurut mazab, ideologi, dan garis etnik. Sudah 15 hari, sejak 15 Agustus 2021 perang fisik di Afghanistan telah usai. Peristiwa mengejutkan, Taliban menguasai kembali kota Kabul dan negeri Afghanistan setelah perang selama 20 tahun mereka mampu memaksa AS mundur dari Afghanistan bahkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kabur. 

"Kemenangan Taliban sungguh menakjubkan," ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum kepada Matamatanews.com.

Einstein berharap masa depan negeri Afghanistan menjadi stabil, bila Taliban berhasil membentuk pemerintahan inklusif yang melibatkan berbagai kekuatan politik.

Sementara Dosen Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr.Agus Haryanto mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi kementerian luar negeri yang mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi WNI yang ada di Afghanistan.

“Langkah cepat yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia ini merupakan amanat dari UU yaitu melindungi segenap warga negara Indonesia.” katanya.

Selain itu, Agus Haryanto yang juga merupakan wakil ketua Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) menyarankan pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah terkait perkembangan situasi di Afghanistan yaitu mengambil langkah lanjutan. 

Menurutnya, saat ini tengah terjadi konflik internal yang melibatkan beberapa kelompok di Afghanistan. 

“Indonesia tentu tidak akan mengambil langkah untuk mencampuri urusan dalam negeri Afghanistan, tapi dapat mendorong pembicaraan misalnya di Organisasi Konferensi Islam untuk mendiskusikan situasi di Afghanistan. Indonesia juga dapat mendorong pembicaraan dengan negara di luar kawasan untuk membahas mengenai keselamatan warga negara Afganistan,“ ujar Ahli Politik Luar Negeri Indonesia dari FISIP Unsoed ini mengakhiri. (hen)

redaksi

No comment

Leave a Response