DPC AWI Banjarnegara Kecam Kekerasan Pada Pekerja Pers Di Bekasi

 

Matamatanews.com, BANJARNEGARA - Kekerasan kembali terjadi terhadap pekerja pers. Kali ini peristiwa naas  menimpa salah seorang wartawan di Kota Bekasi, Kosasih alias Romo yang dianiaya oleh oknum yang diduga aparat keamanan. 

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Cabang Banjarnegara, Harmono, SH, MM, CLA mengecam keras tindakan penganiayaan terhadap salah satu wartawan media online di Bekasi tersebuat saat dirinya melakukan konfirmasi atas keberadaan proyek galian kabel yang berada di depan Hotel Green Bekasi. Minggu (01/11/2020).

“Kami dari Organisasi Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Banjarnegara  sangat menyesalkan kejadian itu. Kok, masih saja ada tindakan yang menghalang-halangi dan bahkan menganiaya wartawan saat mau melakukan konfirmasi sebagai bagian dari tugas seorang Wartawan. Jelas ini melanggar UU Pers dan akan kami tindak lanjuti agar tidak terus terjadi hal seperti ini,” tegas Harmono yang juga Pengacara ini saat dihubungi di kantornya. Kamis (05/11/2020).

Menurut Harmono, yang juga berprofesi sebagai seorang jurnalis media online menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut sudah sangat jelas  menghalangi kegiatan jurnalistik.

"Sebagaimana telah diatur dalam UU Pers No 40 Tahun 1999 Pasal 18 Ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). Sangat jelas bahwa wartawan dalam melaksanakan tugasnya dilindungi UU Pers No 40 Tahun 1999 tersebut," kata Harmono.

Lebih lanjut, Harmono menghimbau rekan-rekan wartawan agar selalu mengedepankan Etika Jurnalis dalam melaksanakan tugas profesinya sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik. 

“Karena itulah panduan kita dalam melaksanakan tugas sebagai wartawan, dan kita harapkan kejadian seperti itu nantinya tidak ada lagi di Indonesia khususnya di Kota Bekasi," tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Minggu (01/11/2020) pukul 11.00 WIB Kosasih alias Romo ingin melakukan konfirmasi atas keberadaan proyek galian kabel yang berada di depan Hotel Green Bekasi Jalan Jenderal Ahmad Yani, RT.001/RW.005, Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Namun tiba - tiba  Romo mendapat kekerasan dari oknum yang tidak dikenal dan diduga oknum aparat. 

Aliansi Wartawan Indonesia berharap kepada aparat penegak hukum agar segera mengambil tindakan tegas dalam menyikapi persoalan ini. AWI sebagai Garda Terdepan Dalam Membela Insan Pers dan penegakan hukum akan terus mengawal dan mengawasi persoalan ini sampai  tuntas.(4rd)

 

redaksi

No comment

Leave a Response