Dosen FIKES Unsoed Paparkan Terapi Pengobatan Spesifik COVID-19 Dan Webimar COVID-19 Series

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Tim Promosi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Ir.Alief Einstein,M.Hum mengungkapkan saat ini, terapi (pengobatan) spesifik untuk COVID-19 belum established baik berupa vaksin maupun antivirus. 

"Diperlukan strategi terapi yang lain untuk terapi COVID-19, salah satunya adalah terapi convalescent plasma, " ungkapnya saat mendampingi pemaparan Dosen di Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKES) Unsoed Heny Ekowati, M.Sc. Ph.D., Apt. Dr.Heny menjelaskan rincian Terapi (Pengobatan) Spesifik COVID-19 dan Webimar COVID-19 Series.

A. Terapi (Pengobatan) Spesifik COVID-19

Beberapa terapi (pengobatan) spesifik untuk COVID-19 di antaranya Convalescent Plasma, Vaksin, dan Antivirus Remdesivir.

1. Convalescent Plasma

Apa itu convalescent plasma ?. Ahli Virus dari Unsoed ini mengatakan convalescent plasma adalah plasma yang berasal dari pasien yang sembuh dari COVID-19 yang memiliki antibodi di dalam darahnya. Terapi ini adalah terapi pasif imunoterapi dan berhasil digunakan untuk terapi pada pandemik SARS, MERS dan H1N1.

Penelitian dan terapi dengan Convalescent plasma transfusion (CPT) telah dilaporkan untuk COVID-19. Sistematik review yang dilaporkan oleh Rajendran et al., (Mei 2020, Journal of Medical Virology) menjelaskan bahwa berdasar pada data klinik yang berasal dari 5 uji klinik independen dari 27 pasien, menunjukkan CPT efektif sebagai pilihan terapi di samping terapi dengan obat antiviral/ antimikrobial , dengan tingkat keamanan yang baik, peningkatan gejala klinik serta menurunan kematian. Namun demikian, pada uji klinik ini belum diperoleh dosis optimal dan treatment time point. Oleh karena itu diperlukan uji klinik yang lebih besar untuk mendapatkan data yang lebih baik.

2. Vaksin untuk COVID-19

Doktoral dari Kanazawa University, Jepang ini juga menjelaskan bahwa terapi (pengobatan) lainnya yang saat ini sedang diupayakan di dunia adalah vaksin untuk COVID-19. Ada lebih dari 100 kandidat vaksin untuk COVID-19 yang sedang dikembangkan.Sebagian telah masuk pada fase 1 uji klinik (uji keamanan dan imunogenisitas) (Lancet, 27 April 2020). 

Uji pada hewan (rhesus macaques-jenis monyet) menggunakan inactivated vaccine, menunjukkan hasil yang baik. Kendalanya adalah jumlah hewan yang digunakan sangat terbatas. (Science Magazine, vol. 368, issue 6490, 1 Mei 2020). Penelitian uji klinik menunjukkan vaksin BCG mempunyai efek immunomodulator yang dapat melindungi tubuh terhadap infeksi pada sistem pernafasan.Oleh karena itu, vaksin BCG dapat dipertimbangkan untuk mengurangi akibat COVID-19 (Lancet, 30 April 2020).  Vaksin DNA (sequencing genome SARS-CoV-2). Beberapa kendala teknis dalam teknologi masih dihadapi. Selain itu diperlukan kerjasama internasional untuk data dan keuangan (NEJM, 30 April 2020).

3. Antivirus Remdesivir

Salah satu terapi (pengobatan) yang menjanjikan lainnya menurut Collaborative Professor untuk Kanazawa University Jepang (2018 – 2022) ini adalah menggunakan antivirus Remdesivir. Obat ini pada awalnya merupakan obat yang diuji cobakan pada penyakit Ebola. Saat ini hasil penelitian pre klinik Remdesivir terhadap Sars Cov-2 menunjukkan hal yang menjanjikan, dan sedang dilakukan uji klinik di beberapa tempat. Untuk memastikan keandalan hasil penelitian perlu dilakukan aktivitas critical appraisal terhadap artikel maupun laporan penelitian yang ada. Hal ini penting dilakukan terutama pada masa pandemi COVID-19, di mana tuntutan dari masyarakat yang sangat besar dapat mempengaruhi kualitas penelitian yang dilakukan. 

"Critical appraisal juga penting dilakukan untuk menilai sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan di kondisi yang kita inginkan. Sebagai contoh, dengan aktivitas critical appraisal, kita dapat mengevaluasi untuk pasien seperti apakah obat itu bisa digunakan termasuk apakah Remdesivir sesuai digunakan pada setting pengobatan di Indonesia, " kata Heny,PhD. yang juga ahli Imunologi ini.

B. Webimar COVID-19 Series

Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKES) Unsoed membuat acara webinar tidak hanya sekali saja, tetapi akan berlanjut terus ke berbagai seri/edisi.Untuk hari  Sabtu (09/05/2020) yakni Webinar dengan tema "Perkembangan pengobatan Covid-19: Terapi plasma convalescent dan remdesivir"

Tema yang akan dibahas:

1. Terapi plasma convalescent dan vaksin untuk Covid-19 (Narasumber: Heny Ekowati, PhD., Apt), ahli (Virus dan Imunologi)

2. Critical appraisal terapi remdesivir untuk Covid-19 (Narasumber: Tunggul Adi Purwonugroho, M.Sc., Apt), ahli Farmasi Klinis. Moderator: Dr. Sarmoko., Apt., ahli Farmakologi Molekuler.

Adapun beberapa ketentuan yang kami harapkan dapat dipatuhi peserta webinar, yaitu:

1. Peserta diharapkan hadir tepat waktu,

2. Peserta diharapkan untuk menonaktifkan speaker selama narasumber menyampaikan materi, kecuali pada saat sesi tanya jawab.

3. Peserta diharapkan mengikuti kegiatan sampai akhir. (hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response