Dosen FAPET Unsoed Gubah Lagu " Selamat Datang Mahasiswa Baru”

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Banyak harapan dan rasa optimistisme masyarakat termasuk orang tua dan mahasiswa baru, agar acara Penerimaan Mahasiswa Baru di berbagai kampus di Indonesia berjalan dengan damai, aman, nyaman, dan menyenangkan.Koordinator Sistem Informasi Unsoed Alief Einstein menjelaskan,  Dosen Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah Ir. Kusuma Widayaka, MS. telah membuat lagu baru  berjudul ”Selamat Datang Mahasiswa Baru”. 

Dalam lagu ini Kusuma (panggilan sehari-hari Kusuma Widayaka) ingin menyampaikan pesan supaya mahasiswa baru mereka merasa dihargai, dihormati dan dicintai.Einstein berharap  semoga “nyanyian” Kusuma tersebut dalam Penerimaan Mahasiswa Baru di berbagai kampus di Indonesia berjalan dengan damai, aman, nyaman, dan menyenangkan.Kusuma mengaku ketika membuat lagu tidak pernah terpikir akan bagaimana kedepannya nanti.

Mungkin kebetulan lagu yang dia buat pas untuk suasana Penerimaan Mahasiswa Baru sekarang, misalnya dalam hal lirik. Kusuma berharap, pesan dalam lagu tersebut bisa disampaikan dengan baik.
Kusuma menambahkan lagu” Selamat Datang Mahasiswa Baru”dibuat bukan untuk tujuan komersil, sehingga semua orang bisa mengakses lagu ini.

Dalam perbincangannya Kusuma menjelaskan pada beberapa kesempatan diundang mengisi acara kemahasiswaan, saat kuliah bahkan pada pelatihan  para dosen, ada sebuah jawaban yang menarik perhatiannya ketika dia menanyakan pertanyaan tentang bagaimana memahami orang lain. 

"Pertanyaan yang saya lontarkan,   “Setiap orang yang Anda jumpai ingin dirinya diapakan”? Secara umum jawaban mereka adalah setiap orang yang mereka jumpai ingin dirinya dihargai, dihormati dan dicintai. Jawaban-jawaban tersebut menginspirasi saya menciptakan lagu ”Selamat Datang Mahasiswa Baru”, " jelasnya.

Dalam benak Kusuma, terbesit bagaimana  membuat lagu disaat menyambut mahasiswa baru mereka merasa dihargai, dihormati dan dicintai. Maka dia mulai menulis syair dan membayangkan dirinya adalah mahasiswa senior yang sedang menerima mahasiswa baru dan Kusuma menerima mahasiswa baru dengan suka cita, memotivasi, dan memberi harapan bahwa kampus dapat dijadikan tempat meniti karir yang ditunggu karya-karyanya oleh masyarakat. 

Akhirnya lagu itu berhasil dia buat dan mulai disosialisasikan pada beberapa mahasiswa dan saat penerimaan mahasiswa baru. "Tidak kurang dari 3 tahun terakhir ini, lagu Selamat Datang Mahasiswa Baru disosialisasikan lewat rangkaian penerimaan mahasiswa baru di Unsoed pada acara Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa (PKKM) yang diselenggarakan selama dua hari. Dalam waktu dekat, tanggal 15 – 16 Agustus 2019, para mahasiswa baru di Unsoed juga akan mendapatkan pelatihan PKKM, " terangnya.

Kusuma berharap dengan disosialisakan lagu itu kepada mahasiswa baru, nantinya ketika mereka menjadi mahasiswa senior memiliki sikap penuh dengan suka cita, memberi motivasi dan harapan lebih baik kepada mahasiswa baru. 

"Harapan ini sesuai pendapat Dekan Fakultas Peternakan Unsoed Prof. Dr. Ismoyowati pada saat memberikan sambutan kepada panitia PKKM di fakultas. Dia mengungkapkan  penerimaan mahasiswa baru bukan “plonco” atau tekanan tetapi menerima dengan baik, nyaman, menyenangkan sehingga mahasiswa baru betah, saling terjalin interaksi kondusif, menumbuhkan karakter yang saling mengasihi dan memiliki sikap peduli, kerjasama yang baik, disiplin dan bangga menjadi peternak, " imbuhnya.

Syair lagu Selamat Datang Mahasiswa Baru sifatnya umum jadi bisa didengarkan oleh mahasiswa baru dimana pun dan mudah didengarkan. Setiap orang (mahasiswa) yang mendengarkan lagu itu, mudah untuk meniru dan menyanyikan. Bahkan Kusuma membuat lagunya versi karaoke. Jadi sangat baik jika lagu itu dapat didengarkan oleh seluruh mahasiswa baru di Indonesia melalui forum penerimaan mahasiswa baru di universitas-universitas di seluruh Indonesia. Kusuma membayangkan bahwa lagu itu dinyanyikan secara kolosal oleh mahasiswa baru pada saat upacara penerimaan mahasiswa baru. Kusuma yakin, lambat laun penyambutan mahasiswa baru bisa seperti  yang diharapkan banyak orang menjadi kenyataan. 

Tambahnya lagi bagaimana tidak, kalau lagu itu dinyanyikan oleh mahasiswa senior, mereka akan menerima dengan suka cita, motivasi dan harapan, jauh dari suasana arogan, intimidasi atau tekanan-tekanan. Di jaman kemudahan berinteraksi di media sosial ini, dibutuhkan sikap pertemanan, menyenangkan, kerjasama ketika kita bertemu atau berkenalan dengan orang baru. Jika yang dilakukan terhadap orang baru terkesan menjadi ancaman, susah rasanya nantinya untuk berteman dan bekerjasama.

“Tidak dipungkiri jenjang tertinggi di dunia pendidikan ini, seolah menjadi titian harapan masa depan yang lebih baik. Banyak orang berhasil, setelah meniti jenjang di perguruan tinggi, banyak orang mengembangkan ilmunya setelah mengenyam gelar sarjana, meski hal ini bukan jaminan.”

Sangat disayangkan, kehadiran mahasiswa baru, masih diwarnai aneka Orientasi Mahasiswa Baru (OSPEK) dengan kegiatan yang tidak  sejalan dengan  kebutuhan akademis, bahkan orientasi itu hanya bersifat hura-hura dan aksi ” balas dendam ”. Bersyukur, lambat laun budaya perploncoan mulai menyusut dan orientasi mahasiswa baru, diisi kegiatan yang lebih positif. Tapi kisah “penggojlokan”, masih sering terdengar, belum hilang sama sekali," ujar Kusuma.

Menurut Kusuma miris rasanya bila masa yang seharusnya indah dan perkenalan dengan dunia kampus, berakhir tragis. Tak sedikit cerita pilu dirasakan mereka yang baru masuk perguruan tinggi.

Kusuma berharap untuk meminimalisir kejadian serupa, lagu ini diciptakan sebagai pengganti acara yang kurang mempunyai nilai edukasi.  Mengucapkan selamat datang, belajar dengan giat, kerja keras, beberapa syair ditulis untuk mengingatkan mereka yang untuk pertama kali menginjakkan di dunia perguruan tinggi.

"Masa depan terbentang luas, meraih prestasi dan mengekspresikan diri, sebagai wujud kesiapan generasi muda penerus bangsa.  Jenjang pendidikan yang semakin pendek, kesempatan yang terbuka luas, menjadi tantangan bagi mereka yang ingin maju dan berprestasi. Mahasiswa tidak lagi diajari, tapi dituntut menemukan jati diri dan berkembang tanpa ikatan. Terus berkarya tunjukkan kreativitasmu, sebuah tantangan yang harus dijawab dengan karya nyata, "ungkap Kusuma. 

Berikut lirik lagu ”Selamat Datang Mahasiswa Baru”.

 Selamat Datang Mahasiswa Baru

Selamat datang mahasiswa baru

Kami menyambutmu dengan suka cita

Belajarlah di kampus tercinta

Tuk wujudkan masa depanmu

Asalkan kamu kerja keras

Asalkan kamu pantang menyerah

Asalkan fokus pada impianmu

Cita-citamu jadi kenyataan

Raihlah sukses mulia

Bangkit jadilah pemenang

Dengan menyiapkan masa depan

Masyarakat menanti karyamu

Dalam perbincangannya dengan Alief Einstein, Kusuma menceritakan sampai saat ini sudah 26 lagu yang dia ciptakan.

"Sejak SMA dan waktu kuliah saya sudah sering menulis lagu, Cuma waktu itu tidak terpikir untuk direkam, mungkin alasan dana. Karena semua lagu saya tidak ada yang sifatnya komersiil, jadi untuk latihan, memberi insentif yang membantu saya dan merekam lagu, semua biaya dari kantong sendiri. Tidak ada sponsor. Jadi setelah saya punya rejeki, satu demi satu lagu yang saya buat, saya rekam sesuai dengan kebutuhan saat itu, " terangnya.

 "Saya pernah membaca sebuah buku, dalam buku itu menuliskan pertanyaan, kira-kira pertanyaannya seperti ini. Kontribusi apa yang sudah kamu berikan pada dunia ini? Membaca pertanyaan itu, saya seperti ditampar. Apa ya kontribusi saya di dunia ini? Saya merenung, dan akhirnya saya memberanikan diri, lagu-lagu yang pernah saya tulis, satu demi satu saya rekam, menyesuaikan keadaan. Bahkan ada paling tidak 4 lagu yang saya buat sudah menjadi lagu dalam materi pelatihan untuk mahasiswa baru, " tambahnya.

 Ditanya apakah dirinya ada darah seniman dia menjawab tidak ada darah/keturunan mencptakan lagu. "Ibu dan beberapa saudara saya suka menyanyi saja. Sebenarnya ini hanya masalah kepekaan saja menghadapi atau melihat situasi sekeliling saya. Sehingga lagu-lagu saya semua lagu tematik, tergantung pada saat itu terjadi atau ada kejadian apa yang mengusik hati saya. Contohnya, kalau kita melihat prestasi sepak bola di tanah air, coba bayangkan dengan penduduk tidak kurang dari 260 juta dan sudah sekian tahun belum juga berprestasi yang luar biasa, ini menjadi keprihatinan saya. Namun daripada saya hanya berkomentar dan mencaci maki maka saya putuskan saya berkontribusi sebisa saya, maka terciptalah lagu Rasanya Senang Timnas Menang yang bisa dilihat melalui Youtube, " tambahnya.

 "Dulu waktu saya kuliah S1 di Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, saya pernah dengan teman-teman main band dan juga ikut vokal grup. Ketika awal-awal saya bekerja pernah membuat grup band dosen. Di Fakultas Peternakan Unsoed, saya pernah menjadi pembina UKM Musik Mahasiswa Peternakan yang dikenal dengan GAMET, Galeri Musik Peternakan, " pungkasnya. (hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response