Donald Trump Sebut Kastaf Gedung Putih Mundur Akhir Tahun

 

Matamatanews.com, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Sabtu (8/12) mengumumkan bahwa kepala staf Gedung Putih, John Kelly, akan mundur dari jabatannya.

“John Kelly akan mundur pada pengujung tahun ini. Saya amat berterima kasih atas pengabdiannya,” kata Presiden Trump sebelum menghadiri acara tanding tahunan sepak bola gaya Amerika antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS di Philadelphia. “Pengganti Kelly atau penunjukkan pejabat sementara, akan diumumkan satu hingga dua hari mendatang,” imbuh Presiden AS.

Mundurnya Kelly telah menambah jumlah pejabat yang membantu Presiden Trump dalam pemerintahan yang hengkang. Kabarnya pengunduran Kelly karena hubungannya yang memburuk dengan Trump terkait tekanan atas penyelidikan intervensi Russia dalam pemilu Presiden AS pada 2016 lalu.

Berdasarkan isu yang beredar di Washington, kepala staf bagi Wakil Presiden Mike Pence yang bernama Nick Ayers diduga kuat akan menggantikan jabatan yang ditinggalkan Kelly.

Kelly, 68 tahun, yang merupakan pensiunan jenderal dari korps marinir AS, pada 2017 ditunjuk jadi kepala staf Gedung Putih untuk menggantikan Reince Priebus. Jabatan kepala staf Gedung Putih merupakan posisi penting dan paling pelik, bahkan Kelly sempat berkelakar bahwa posisi itu sebagai sebuah kutukan.

Pada saat bersamaan, Presiden Trump juga mengumumkan bahwa ia telah menominasikan kepala staf Angkatan Darat, Jenderal Mark Milley, sebagai penasihat militer kepresidenan sekaligus kepala staf gabungan militer AS yang baru.Nominasi Milley ini untuk menggantikan Jenderal Joseph Dunford yang akan pensiun pada Oktober 2019.

Pengumuman Trump terkait penggantian petinggi militer ini menjadi tamparan bagi Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, karena kepala Pentagon itu sebelumnya menginginkan jenderal Angkatan Udara David Goldfein untuk diusung sebagai kepala staf gabungan militer AS yang baru.

Jabatan kepala staf gabungan militer AS berdasarkan tradisi digilir antara 5 matra militer yaitu Angkatan Udara, Angkatan Darat, Korps Marinir, Angkatan Laut, dan Garda Nasional. Sejak 2005, belum ada petinggi militer di Angkatan Udara AS yang menjabat sebagai kepala staf gabungan militer AS.

Walau telah dinominasikan oleh Presiden Trump, jabatan untuk Milley itu harus mendapatkan persetujuan Senat AS. Jika disetujui, Milley akan mendapat wewenang sebagai kepala staf gabungan militer AS untuk periode jangka waktu 4 tahun dan bisa terpilih kembali untuk periode berikutnya.(bar/KJ/ AFP)

 

sam

No comment

Leave a Response