Disorot Media, Papan Nama Proyek Rabat Beton Akhirnya Dipasang

 

Matamatanews.com, BANJARNEGARA - Beberapa waktu yang lalu santer pemberitaan oleh media perihal proyek siluman jalan Rabat Beton Dusun Bandungan-Jenggeran, di Desa Darmayasa , Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara yang tidak memasang papan nama proyeknya. Kondisi ini sempat menjadi perhatian dan tanda tanya besar oleh masyarakat sekitar maupun Lembaga Swadaya Masyarakat yang ada di Banjarnegara. Namun,  selang 2 hari kemudian Sekretaris DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Banjarnegara menemukan proyek tersebut telah terpasang papan namanya pada Rabu (28/7/2021) sore hari.

Seperti diberitakan proyek jalan Rabat Beton menghubungkan Dusun Bandungan dan Jenggeran di Desa Darmayasa. Adapun rinciannya adalah volume proyek  (705x3x0,12)m, jumlah anggaran Rp 300.764.000, sumber dana dari Dana Desa (DD), pelaksana : Tim pengelola Kegiatan (TPK), dan waktu pelaksanaan  Maret- Mei 2021.

Awalnya, proyek yang dikerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) tersebut belum terpasang papan nama proyek, selama pekerjaan berlangsung.

Menurut Sekretaris (DPC AWI) A.Tardhie BN keberadaan papan nama proyek baru terlihat pada hari Rabu (28/07/2021) sore pada pukul 16.00 WIB. Berdasarkan informasi yang ia dapat, papan nama dipasang oleh kadus Fuadin, menyusul adanya pemberitaan dari beberapa media massa.

“Kalau tidak disorot oleh media kemungkinan papan informasi pekerjaan tidak terpasang,” katanya Kamis (29/07/2021) siang.

Menurut Ketua Pokja GMBI KSM Pejawaran Hasim, mestinya setiap proyek dengan anggaran skala kecil maupun besar harus dipasang papan nama proyek. Jika tidak kata Hasim, proyek tersebut terindikasi "ada apa" dan "jangan ada dusta diantara kita", karena dinilai menyembunyikan nilai kontrak ke masyarakat. 

“Padahal, setiap anggaran proyek yang dikerjakan oleh kontraktor atau Tim pengelola kegiatan (TPK) harus dijelaskan secara transparan agar tidak menabrak UU No14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Perpres Nomor 54 tahun 2010 dan Nomor 70 tahun 2012, di mana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek," katanya.

Menurut salah seorang warga Suhem, dia membenarkan bahwa papan proyek baru dipajang oleh Kadus Fuadin pada hari Rabu sore kemarin.(4rd1/Jof/awi)

redaksi

No comment

Leave a Response