Diskusi " Peta Perbenihan Indonesia " Di Gedung KPK

 

Matamatanews. com, JAKARTA —Koordinator Sistem Informasi Unsoed Alief Einstein mengungkapkan, Prof.Ir.Totok Agung,DH.MP.PhD. (Dosen Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto) sebagai salah satu nara sumber pada diskusi "Peta Jalan Perbenihan Indonesia". Menurut Prof.Totok Agung, diskusi tersebut dilaksanakan oleh sejumlah organisasi petani bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada  Sabtu, (03//08/19) lalu, di Gedung KPK Jakarta.

"Diskusi tersebut dibuka Sujanarko dari KPK dengan peserta dari 25 organisasi petani. Nara sumber lain yang hadir di antaranya Sujanarko (KPK), Nurudin (Asosiasi Petani Indonesia, Penasehat Menteri Desa), Henry Saragih (Serikat Petani Indonesia), Abrori (Koperasi Benih Kita), dan lain-lain, " ujar Totok Agung.

Totok menambahkan pemerintah perlu ekstra hati-hati dalam soal benih PRG (Produk Rekayasa Genetik) atau GMO (Genetically Modified Organism) ini. Di dunia ini tidak sedikit negara yang menolak menanam benih PRG di lahan-lahan mereka, bahkan di berbagai wilayah di Amerika sendiri juga menolak, padahal penghasil benih PRG terbesar di dunia adalah industri Amerika. 

"Kita perlu telaah semua aspek terutama keamanannya pada ekosistem dan kesehatan, "ujar Prof. Totok Agung, Guru Besar pertanian di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang juga pakar pemuliaan benih ini.

Menurutnya yang harus disadari juga oleh pemerintah adalah kita bangsa yang kaya sumber daya genetikanya, sebagai bahan baku dari benih-benih unggul. "Seharusnya kita menjadi pemasok dunia untuk benih unggul pangan alami yang nilainya sangat tinggi, " ujar Totok yang juga menjadi salah satu pendiri Koperasi Benih Kita Indonesia (KOBETA).*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response