Dirjen DIKTI Resmikan Open Education MOOC APTIKOM

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah meluncurkan paket kebijakan pendidikan "Merdeka Belajar : Kampus Merdeka". Kata kunci dalam pelaksanaan Kampus Merdeka tersebut adalah inovasi dan kreativitas.

Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum mengungkapkan, menindaklanjuti Permendikbud terkait Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar tersebut, Dosen Teknik Informatika Fakultas Teknik Unsoed Dr.Nurul Hidayat turut mensukseskan Peluncuran Open Education MOOC APTIKOM yang di resmikan oleh Dirjen DIKTI Kemendikbud RI Prof. Nizam, Senin (12/10/2020).

Dr. ENHA panggilan sehari hari Nurul Hidayat menjelaskan bahwa merdeka belajar dan kampus merdeka sudah tidak asing di telinga kita. Menurutnya, Kebijakan Mas Menteri Pendidikan dan  Kebudayaan ini telah diluncurkan pada awal tahun 2020 dan gencar di sosialisasikan. 

"Kebijakan merdeka belajar dituangkan dalam Permendikbud No 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Salah satu pointnya adalah pemberian hak mahasiswa untuk belajar di luar kampus maksimal 2 semester atau 40 SKS. Kegiatan di luar kampus yang dimaksud terdiri dari beberapa pilihan salah satunya adalah mengambil pembelajaran dari perguruan tinggi lain atau dari konsorsium, "kata Dr.ENHA.

Dia menjelaskan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi lain, dapat diwadahi dalam kegiatan pertukaran mahasiswa. Pemerintah saat ini meluncurkan program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (PERMATA-SAKTI). Program ini dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi untuk berbagi matakuliahnya yang dapat diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi peserta, dan memberikan kesempatan mahasiswanya untuk mengikuti perkuliahan yang dishare oleh perguruan tinggi mitra program tersebut. Nilai yang diperoleh dari perguruan tinggi mitra akan diakui sebagai penyelesaian mata kuliah yang relevan di program studinya.

"Program ini sangat membantu perguruan tinggi untuk memberikan kesempatan mahasiswanya menimba ilmu dari dosen dan perguruan tinggi  yang memiliki kompetensi unggul di bidangnya. Hal ini akan memperkuat karakter dan wawasan mahasiswa pada bidang yang digeluti, " ungkapnya.

Perguruan tinggi mitra menurutnya, harus memiliki kemampuan untuk melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring) yang berkualitas. Hal tersebut membuat tidak semua perguruan tinggi dapat mengikuti program ini, selain batasan anggaran yang ada di pemerintah.

A. Pembuatan MOOC APTIKOM

Dr.ENHA menjelaskan, selain program pemerintah tersebut, Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) menginisiasi pembuatan MOOC APTIKOM untuk membantu perguruan tinggi dalam mengimplementasikan pelaksanaan pembelajaran di luar kampus. MOOC ini dapat diakses di mooc.aptikom.or.id. Ada 4 skema yang ditawarkan yaitu Open Courseware, Open Content, Open Education, dan Certified Open Courseware.

1. Open Courseware dan Open Content

Menurut Dr.ENHA, open courseware dan open content merupakan platform sedekah materi dari mereka yang memiliki kemampuan unggul pada materi tertentu untuk bisa dibagi kepada dosen ataupun mahasiswa. Perbedaan open courseware dan open content adalah pada isi materinya. Materi yang terkait materi perkuliahan dimasukkan dalam kategori open courseware, sedangkan materi lain di luar materi kuliah akan masuk open content. Bagi kontributor, platform ini dapat menjadi ajang untuk memberikan sumbangsihnya kepada negeri ini selain menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dari dosen atau perguruan tingginya. 

Materi dapat diakses "GRATIS" oleh siapa saja, ini akan menjadi ajang untuk menunjukkan kualitas dari perguruan tinggi sehingga secara tidak langsung bisa menjadi alat marketing bagi perguruan tinggi. Pada kategori open courseware ataupun open content tidak ada ikatan antara pemateri dengan peserta. APTIKOM juga tidak menyiapkan evaluasi ataupun sertifikat dan nilai.

2. Open Education

Dr.ENHA mengatakan bahwa Open Education merupakan platform yang sedikit berbeda. Layanan ini berisi materi pembelajaran bidang informatika dan komputer secara lengkap. Materi pembelajaran ini dapat menjadi alternatif pemenuhan hak belajar mahasiswa di luar kampus sebagaimana tertuang dalam Permendikbud No 3 Tahun 2020. 

Pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, terdiri dari 16 sesi, termasuk UTS dan UAS. Pembelajaran disiapkan dan disampaikan oleh pemateri yang mumpuni pada bidangnya dengan didampingi tim RPS dan dosen pendamping dari perguruan tinggi asal. Pembelajaran memadukan pendekatan syncronous dan asyncronous. Pembelajaran juga dikawal dan dievaluasi oleh komisi penjaminan mutu.

Lebih lanjut Dr.ENHA menjelaskan bahwa peserta pembelajaran pada open education adalah mahasiswa dari perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan APTIKOM, ataupun masyarakat umum yang ingin belajar bidang informatika. 

Setelah menyelesaikan proses pembelajaran, peserta akan mendapatkan sertifikat yang di dalamnya ada nilai dan deskripsi capaian pembelajaran materi tersebut. Bagi mahasiswa dari perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan APTIKOM, sertifikat ini dapat digunakan sebagai pemenuhan sebagian mata kuliah di perguruan tingginya.

3. Certified Open Courseware

Sementara itu Certified Open Courseware menurut Dr.ENHA merupakan layanan pembelajaran yang disesuaikan dengan peta kompetensi. Setelah menyelesaikan proses pembelajaran, peserta akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan sebagai salah satu pendukung dalam pelaksanaan uji kompetensi. Uji kompetensi akan dilakukan oleh LSP Informatika ataupun lembaga sertifikasi yang lain. Sertifikat kompetensi dapat digunakan sebagai salah satu bahan bukti surat keterangan pendamping ijazah (SKPI) yang wajib diberikan oleh perguruan tinggi kepada mahasiswa sebagaimana diatur dalam Permenristekdikti No 59 Tahun 2018.

B. Peluncuran Open Education

 Dr.ENHA mengatakan bahwa APTIKOM telah meluncurkan layanan Open Education. Peluncuran dilakukan oleh Prof. Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. selaku Direktur Jenderal Pendidkan Tinggi Kemendikbud Republik Indonesia. 

Dalam peluncuran ada penyampaian sambutan oleh Ketua Umum APTIKOM (Prof. Ir. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D) dan paparan oleh Pembina APTIKOM (Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA).

Kegiatan ini bisa disaksikan secara live di youtube dengan link http://bit.ly/MOOCAPTIKOM pada pukul 09.00 -11.00 WIB. 

"500 peserta ikuti Peluncuran Open Education MOOC APTIKOM. Mereka berasal dari pimpinan dan dosen Perguruan Tinggi (PT) Informatika dan Ilmu Komputer, juga dari PT yang mempunyai Jurusan Teknik Informatika, serta dari jurusan-jurusan lain di masing-masing PT di Indonesia, "terangnya.

Dr.ENHA berharap, MOOC APTIKOM menjadi salah satu wujud nyata sumbangsih memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Layanan ini juga diharapkan memiliki dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang.

Direktur Pascasarjana Universitas AMIKOM Yogyakarta dan Koordinator Bidang PJJ dan MOOC APTIKOM Dr.Kusrini mengatakan bahwa di MOOC Aptikom banyak materi yang bebas digunakan oleh semua orang yang membutuhkan. Di sana ada pembelajaran yang dilakukan oleh Dosen Perguruan Tinggi sekelas UI, UGM, dan sebagainya. 

"Hari Senin (12/10/2020) adalah hari bersejarah bagi Kemajuan E-Learning di Indonesia dengan diluncurkannya Open Education MOOC APTIKOM Indonesia, semoga bermanfaat, kata Dr.ENHA mengakhiri. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response