Dinas Sosial Prov. Banten Sosialisasikan Bantuan RTLH

 

Matamatanews.com, TANGERANG – Melalui Dinas Sosial, Pemerintah Prov. Banten menyalurkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 63 Kepala Keluarga (KK) di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Sukadiri dan Kecamatan Teluk Naga sebesar Rp. 15.000.000.- per rumah atau KK. Kegiatan Bantuan Sosial RS RTLH ini merupakan program unggulan Dinas Sosial dan program berkelanjutan untuk Penanganan Kemiskinan di Provinsi Banten.

H.M. Noor mengatakan, sebagaimana UU No 23 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah bahwa Dinas Sosial merupakan urusan wajib dan sebagai layanan dasar. “Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) Tahun 2015, Kemiskinan di Provinsi sebanyak 2.652.755 jiwa dengan Rumah Tangga Sasaran (RTS) 654.785 Kepala Keluarga (KK),” ujar M Noor.

Selasa (18/04/2017), sebelum menyalurkan bantuan sosial RTLH, Dinsos terlebih dahulu melakukan sosialisasi Bantuan Pemberdayaan Sosial Melalui Hibah/ Bansos Kepada Penerima Rehabilitasi Sosial RLTH di aula kantor Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh calon penerima rehabilitasi sosial RLTH, pendamping RTLH, Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Dinas Sosial Provinsi Banten, dan Perwakilan Desa/ Kecamatan penerima bantuan tersebut dengan narasumber dari Dinas Sosial Provinsi Banten.
Tujuan dari kegiatan sosialisasi bantuan pemberdayaan sosial melalui hibah/ bansos kepada penerima Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS RLTH) adalah, memberikan pemahaman kepada calon penerima bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah tidak Layak Huni (RTLH), meningkatnya harkat dan martabat keluarga fakir miskin, meningkatnya kemampuan keluarga dalam melaksanakan peran dan fungsi keluarga untuk memberikan perlindungan bimbingan dan pendidikan di dalam keluarga.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan Sosialisasi Bantuan Pemberdayaan Sosial Melalui Hibah/ Bansos Kepada Penerima Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni ( RLTH) adalah, tersosialisasikannya program RTLH sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan optimal, tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat dan tersedianya rumah yang layak huni bagi keluarga fakir miskin.
Untuk ke depannya, mudah-mudahan anggaran bantuan sosial rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) ini besarnya bisa bertambah untuk perumahnya, karena dengan kondisi harga bahan bangunan yang sudah meningkat. Harap Unin salah satu calon penerima RTLH. (Andry/Arman/Iwan).

sam

No comment

Leave a Response