Digunakan Untuk Rawat Pasien COVID-19, India Setuju Kirim 5,5 Juta Hydroxychloroquine Ke UEA

 

Matamatanews.com, NEW DELHI—Seperti dilansir Al Arabiya, Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) di New Delhi, India mengatakan pada hari Sabtu (18/4/2020) kemarin, bahwa pihaknya berhasil mendapatkan persetujuan dari pemerintah India untuk mengekspor pil hydrohlorxycoquine dalam jumlah yang cukup ke UEA untuk digunakan merawat para pasien korban virus korona.

“Pengiriman obat pertama, saat ini dalam perjalanan ke UEA, termasuk 5,5 juta pil untuk perawatan pasien dengan COVID-19. Kami sangat menghargai kerja sama pemerintah India dalam memfasilitasi prosedur untuk mendapatkan persetujuan yang diperlukan. "

Menurut Depertemen Kesehatan setempat pada hari Jum’at (17/4/2020) lalu,  jumlah kasus virus korona di UEA telah mencapai 6.302 dengan angka kematian 37 orang.Dan pada hari Minggu (19/4/2020) UEA mengatakan bahwa mereka  telah berhasil mengobati pasien pengidap virus korona dengan menggunakan klorokuin dan hidroksi klorokuin.

Juru bicara Kementerian Kesehatan UEA Dr. Farida al-Hosani,pekan lalu mengatakan bahwa studi awal telah menunjukkan keberhasilan dalam menggunakan obat anti malaria dan anti inflamasi untuk mengobati penyankit yang diakibatkan oleh virus korona baru.Otoritas Kesehatan Dubai (DHA) juga mengatakan, bahwa mulai Minggu ini merawat pasien  virus korona kritis menggunakan plasma dari pasien yang pulih, setelah kemanjuran klinis dari pengobatan tersebut terbukti.

Direktur Dubai Health Care Corporation di Otoritas Kesehatan Dubai, Dr. Younis Kazim, mengatakan bahwa pihaknya telah memperkenalkan protokol untuk jenis perawatan di rumah sakit dan rumah sakit sektor kesehatan swasta di Dubai, sebagai bagian dari langkah untuk menahan penyebaran virus korona dan mempercepat perawatan pasien.

Kazim menambahkan bahwa DHA menjabarkan peraturan dan pedoman untuk menentukan siapa yang dapat memberikan sumbangan plasma berdasarkan dan siapa yang memenuhi syarat untuk menerima perawatan ini.

Plasma adalah bagian cair dari darah yang membawa sel-sel dan protein ke seluruh tubuh, ketika diambil dari orang yang baru sembuh - seseorang yang telah sembuh dari suatu penyakit - itu mengandung antibodi yang dapat melawan penyakit tersebut.

“Dokter percaya bahwa plasma pasien yang telah sepenuhnya pulih dari COVID-19 kaya akan antibodi yang dapat melawan virus. Ketika plasma seperti itu disuntikkan ke orang lain dengan penyakit, itu akan mengenali virus sebagai sesuatu untuk diserang, ”tambah Dr. Kazim. (cam/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response