Diduga Gunakan Bahan Kadaluarsa, Cina Denda Perusahaan Vaksin Rp 19 Trilun

 

Matamatanews.com, BEIJING—Otoritas Tiongkok telah memerintahkan penyitaan aset dan denda senilai US$ 1,3 miliar (atau Rp 19 triliun) terhadap perusahaan farmasi karena memalsukan catatan produksi dalam skandal vaksin rabies yang salah.

Pada Selasa (16/10), Badan Administrasi Obat Nasional Tiongkok (CNDA) mengumumkan Changchun Changsheng Life Sciences Ltd telah diperintahkan pada bulan Juli untuk menangguhkan produksi. Perusahaan itu juga dicabut lisensinya untuk membuat vaksin dan obat-obatan.

Menurut CNDA, perusahaan yang bermarkas di Provinsi Jilin, timur laut Tiongkok menggunakan bahan yang kedaluwarsa. Perusahaan juga mencampur berbagai jenis produk dan gagal mengujinya dengan benar. Perusahaan bahkan menghancurkan catatan untuk menyembunyikan kesalahannya.

Pihak berwenang mengatakan vaksin rabies yang diduga palsu tidak masuk pasar. Tetapi kasus tersebut memicu kemarahan tahun 2017 dari para konsumen yang sudah kesal dengan skandal keselamatan produk yang berulang, khususnya di sektor obat-obatan.

Direktur perusahaan dan 14 orang lainnya ditangkap sehubungan dengan pelanggaran pada Juli. Penangkapan dilakukan setelah inspeksi mendadak ditemukan memalsukan catatan produksi dan inspeksi mulai awal 2014.

Sejumlah pejabat nasional, provinsi dan lokal juga telah dipecat terkait insiden itu.Tidak ada korban yang dilaporkan dari penggunaan vaksin Changsheng Life Science. Tetapi pihak berwenang memerintahkan penarikan produk vaksin perusahaan tersebut dari pasar Tiongkok dan luar negeri.

Pada Agustus, India memerintahkan penarikan vaksin rabies yang dibuat oleh Changchun Changsheng. Otoritas India mengeluhkan bahwa kemungkinan vaksin itu bermasalah hanya diketahui melalui laporan media. [Al Jazeera/CNA/SP/S)

 

sam

No comment

Leave a Response