Diduga Gelapkan Uang Rp 105 Juta, Oknum Wartawan Dilaporkan ke Polisi

 

Matamatanews.com, WONOSOBO - Sudarso warga Garung Sukoharjo  mengadukan YK (45) warga Besani Leksana ke Polsek Sukoharjo. Pasalnya YK mengaku dapat menyelesaikan permasalahan terkait jaminan rumah milik adik korban yang dilelang PNM Ullam pada bulan September 2019. YK diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang kliennya sebesar Rp 105 juta.

"Hari Sabtu yang lalu kami telah mengadukan seseorang yang diduga telah melakukan penipuan berupa pengurusan pengamanan jaminan tanah yang telah dilelang dan ada pemenang lenglangnya. Klien kami sudah menyerahkan uang sebanyak Rp105 juta, tapi tidak digunakan sebagaimana mestinya,” ujar Harmono, SH, MM, CLA, CPL, CMe, Pengacara Sudarso saat mendampinginya di Polsek Sukohardjo, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (18/4/2021).

Menurut Harmono, pelaku disinyalir seorang oknum wartawan yang menawarkan jasanya bak seorang pengacara, dengan iming iming dapat menyelesaikan permasalahan kliennya. 

"Klien merasa terbantukan, sehingga menyerahkan uang sebanyak Rp 105 juta, tertulis di kuitansi sebesar Rp 80 juta dengan rincian 20 juta untuk pengacara dan 5 juta meminjam. Terlapor diduga seorang oknum Wartawan Busser,” sambungnya.

Sudarso, didampingi Pengacara Harmono dan Syaeful Munir menyampaikan bahwa kasus bermula ketika dirinya merasa ada masalah dengan macetnya jaminan di Bank BUMN PNM Ullam yang telah dilelang di tahun 2019.

Sudarso diiming-imingi YK  dapat mengatasi permasalahan tanah dan jaminan Bank tersebut. Pelaku meminta uang pengurusan dan menemuinya pada hari Sabtu 07 September 2019 Pukul 19.30 di rumah korban dengan meminta uang sebesar Rp 50 Juta, ditulis di kuitansi Rp 30 Juta dan sisanya 20 juta untuk biaya Pengacara. 

Pada hari Jumat 20 September YK menemui korban di rumahnya pukul 20.00 WIB. Korban memberikan Rp 55 juta ditulis dalam kuitansi 50 Juta, yang Rp 5 Juta dipinjam oleh YK. Namun, setelah beberapa waktu ternyata uang tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh YK. 

"Saya merasa ditipu karena tidak ada kejelasan. Sayapun berkonsultasi dan menemui pengacara ke Kantor DPC Ikadin Banjarnegara, meminta didampingi dalam kepengurusan tersebut,” ungkap Sudarso.

Pengacara Harmono mengungkapkan, berdasarkan alat bukti berupa kuitansi, keterangan korban dan saksi maka pihaknya melakukan somasi, namun tidak ada titik terang sehingga pihaknya melaporkan YK ke Polsek Sukoharjo Wonosobo. 

"Kami menjerat terlapor dengan pasal penggelapan 378. Ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara," kata Harmono.

Lebih lanjut Harmono menyampaikan, selain Sudarso masih ada sejumlah korban yang melaporkan kasus serupa di Wilayah Wonosobo. 

“Dari data yang kami peroleh terlapor belum memperoleh sertifikat sarjana tapi berlagak seperti pengacara,” katanya.(One/Jof/awi)

 

redaksi

No comment

Leave a Response