Di Nepal, India Duduki Peringkat Atas Sebagai Warga Negara Asing Yang Paling Banyak Di Tangkap

 

Matamatranews.com, KATHMANDU, NEPAL—Bisa dipastikan tahun fiskal 2023 ini merupakan tahun paling tidak mengenakkan bagi pemerintah India, kenapa? Karena Nepal, baru saja memasukkan warga negara India sebagai warga negara asing yang paling banyak ditangkap karena terlibat berbagai aksi kejahatan, seperti uang palsu, obat-obatan selundupan, pemerasan, penculikan, dan pemalsuan.

Dari total 27 warga negara India yang ditangkap tahun  fiskal ini, 13 telah didakwa karena terlibat penggelapan bea cukai, 5 terkait dengan mata uang palsu, sementara lainnya terlibat dalam perdagangan obat selundupan, pemerasan, penculikan, dan pemalsuan.

Seperti dikutip Hindustan Times dari The Kathmandu Post, kini warga negara India menduduki peringkat atas  sebagai warga negara asing yang paling banyak ditangkap di Nepal, disusul warga negara Cina.

Markas Besar Kepolisian Nepal menyatakan dari 92 warga negara asing yang ditangkap tahun ini, dari 20 negara itu, 27 orang adalah wargfa negara India, setelah itu 22  orang lainnya adalah warga negara Cina.

Menurut kepolisian Nepal, jumlah orang India yang melakukan kejahatan di negara tetangga masih bisa lebih tinggi karena mereka dapat lolos dari penangkapan karena perbatasan terbuka dan kesamaan bahasa dan budaya.

Catatan juga mengungkapkan bahwa meskipun orang India menempati urutan teratas dalam daftar kejahatan, warga negara Tiongkok termasuk di antara mereka yang melakukan kejahatan serius, termasuk pembunuhan. Polisi telah mendakwa dua warga negara Cina dengan pembunuhan tahun ini, sementara tidak ada kasus seperti itu terhadap warga negara asing lainnya.

Dari total 27 orang India yang ditangkap tahun fiskal ini, 13 telah didakwa dengan penggelapan bea cukai, lima berurusan dengan mata uang palsu, sementara yang lain terlibat dalam perdagangan obat-obatan selundupan, pemerasan, penculikan, dan pemalsuan.

Sementara itu, warga negara Thailand berada di urutan ketiga dengan lima ditangkap karena penyelundupan narkoba dan satu karena berurusan dengan mata uang palsu tahun ini.

Pada 2021-22, polisi menangkap total 108 orang asing dari 41 negara. Di antara mereka, 31 orang India, diikuti oleh 16 orang Cina dan 13 orang Bangladesh.

Demikian pula, total 30 orang asing dari 14 negara yang ditahan pada tahun 2020–2021. Mereka dituduh melakukan penyelundupan, pemalsuan, penyerangan seksual, dan perdagangan orang, di antara pelanggaran lainnya. Atas tuduhan terkait pedofilia, dua orang, satu orang Amerika dan satu orang Prancis telah ditahan.(cam)

redaksi

No comment

Leave a Response