Desa Yang Terselamatkan Setelah Banjir Bandang

 

Matamatanews.com, ACEH – Bencana banjir Bandang yang terjadi di Aceh Tenggara beserta turunnya beberapa material seperti bebatuan, kayu gelonggongan, pasir dan lumpur yang berasal dari kawasan ekosistem Gunung Leuser. Material-material tersebut akhirnya menimbun akses jalan Kutacane-Medan tidak dapat dilalui sehingga menjadi terisolir.

Namun kini, Badan SAR Nasional Pos Kutacane mengatakan bahwa tiga desa yang sempat terisolir akibat banjir bandang kini sudah dapat dilalui. Hal tersebut disampaikan Risky Hidayat yang merupakan Koordinator Pos SAR Kutacane,”Tiga dari empat desa di dua kecamatan yang terisolir akibat banjir bandang selasa petang sudah dapat dilalui kendaraan” pada hari jumat (14/4/2017).

Menurut Risky, tiga wilayah desa tersebut terletak dikecamatan Lawe Sigala Gala yakni desa Lawe Tua Gabungan, Lawe Tua Makmur, dan Lawe Tua Persatuan.

Ia menambahkan, hingga kini alat-alat berat sedang berupaya membersihkan jalan dari kayu-kayu gelonggongan, bebatuan serta lumpur yang menyebabkan aksen jalan Kutacena- Medan yang terletak di Desa Suka Makmur belum dapat dilalui.

Banjir Bandang serta tanah longsor yang terjadi selasa lalu menyebabkan dua orang tewas serta merusak bangunan-bangunan berupa rumah-rumah warga, masjid, sekolah, gereja dan jembatan putus total hingga membuat beberapa desa terisolir.

Aceh Tenggara sendiri mempunyai 16 Kecamatan dengan 385 desa yang dimana 282 desa terletak di lembah dan 103 desa lainnya terletang di lereng pegunungan. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response