Deplu Amerika Terjunkan 1.600 Tentara di Sekitar Washington DC

 

Matamatanews.com, WASHINGTON—Selasa (02/6/2020) kemarin, Pentagon mengumumkan bahwa hampir 1.600 pasukan Angkatan darat telah mengambil posisi di sekitar Washington DC, pasca beberapa malam diwarnai aksi pengunjuk rasa di ibukota sejak tewasnya George Floyd ditangan perwiara polisi kulit putih.

"Pangkalan militer di wilayah ibukota diduduki oleh militer yang bertugas aktif, tetapi tidak di Washington DC," kata juru bicara Pentagon, Jonathan Rath Hoffman seperti dilansir telesurtv.net.

Pasukan berada dalam "keadaan siaga tinggi," kata Rath, seraya menegaskan bahwa mereka "tidak terlibat dalam dukungan pertahanan operasi otoritas sipil.

Protes besar-besaran dimulai setelah George Floyd, seorang keturunan Afrika, mati lemas pada 25 Juni oleh petugas kepolisian Minneapolis setelah ia ditangkap karena mencoba membayar dengan uang kertas $ 20 yang diduga palsu.

Pengerahan pasukan militer mengikuti pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Senin, ketika ia mengancam akan membawa "ribuan dan ribuan tentara bersenjata lengkap ke jalan-jalan.

Kini Trump mengajukan Undang-Undang Pemberontakan 1807, sebuah undang-undang federal yang memungkinkan ia untuk mengerahkan pasukan di tanah Amerika Serikat untuk menekan kekacauan sipil, dan pemberontakan.

Protes anti-rasisme telah menyebar ke lebih dari 40 kota di Amerika Serikat

Pada tanggal 1 Juni, pemeriksa medis di Kabupaten Hennepin, Minnesota, menetapkan bahwa penyebab kematian George Floyd adalah pembunuhan.Video kamera keamanan yang baru dirilis oleh aktivis Amerika Serikat Shaun King menunjukkan polisi memukuli George Floyd dari dalam mobil patroli. "Satu berjaga-jaga, sementara yang lain menyerangnya," kata King dalam twittannya di Twitter.(bar/telesurtv.net)

 

redaksi

No comment

Leave a Response