Delapan Negara Ikut Pelatihan Internasional Penegaka Hukum INARCELL di Lido Sukabumi

 

Matamatanews.com, LIDO—Sebanyak delapan negara ikut ambil bagian Pelatihan Internasional penegak hukum di bidang pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika atau International Training for Law Enforcement (INARCELL) yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Lido, Sukabumi, Senin (4/11/2019) lalu.

“Pelatihan internasional ini merupakan salah satu bentuk penguatan renana aksi nasional, serta tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dibuat BNN dengan negara mitra serta kementerian maupun lembaga terkait,, sebagai wujud komitmen bersama dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” jelas Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko dalam sambutan pembukaan INARCELL dihadapan para peserta delapan negara,yakni Arab Saudi, Timor Leste, Kamboja, Thailand, Brunei Darussalem, Kolomia, Papua Nugini dan Seychelles.

Heru mengatakan, bahwa BNN dipercaya untuk menggelar pelatihan internasional penegak hukum di bidang pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika karena Indonesia menjadi daya tarik bagi sindikat internasional untuk memasarkan naroktika. Dan itu bisa dilihat dari banyaknya kasus penyelundupan narkotika oleh jaringan internasional yang berhasil diungkap aparat penegak hukum di Indonesia.Selain itu, Indonesia juga dikenal sebagai negara yang berpenduduk terbesar keempat di dunia dan letaknya strategis hingga menjadi incaran empuk para sindikat narkotika.

Palatihan yang akan berlangsung hingga 13 November mendatang ini diharapkan Heru menjadi wadah bertukar informasi, sekaligus membangun jaringan pemberantasan narkotika internasional dengan sejumlah negara.Selain itu, menurut Heru diperlukan strategi dan sinergitas dari berbagai pihak dalam menghadapi permasalahan. Namun ia megakui masih adanya keterbatasan dalam pelaksanaannya. Oleh sebab itu BNN mengadakan pelatihan internasional tersebut melibatkan sejumlah instansi, kementerian, lembaga maupun negara-negara sahabat dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.

“Bagi Indonesia, pelatihan gabungan bertaraf internasional ini adalah satu-satunya upaya dalam memperkuat rencana Aksi Nasional yang telah disusun dalam rangka penanganan permasalahan narkotika di Indonesia,” kata Heru .

Sementara itu menurut Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Sulistyo Pudjo, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kerjasama dibidang intelijen dengan seluruh negara yang terlibat. Dan sebagai tuan rumah pada kegiatan INARCELL,lanjut Pudjo, BNN juga bersinergi dengan kementerian,maupun lembagai terkait, seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kejaksaan Agung, Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum,Badan Keamanan Maritim (Bakamla) , dan Polri.

“Untuk bersama-sama mengikuti pelatihan ini sehingga mendapatkan pemahaman yang sama dan dapat bertukar informasi tentang permasalahan jaringan dan profiling serta situasi terkini tentang narkotika secara nasional maupun internasional.

Pelatihan yang dimulai dari 4 November – 13 November2019 ini menyajikan berbagai materi, diantaranya Informan Handling, Dark Web, Analisis Pencucian Uang, Hand Writing Analysis, Mutual Legal Assistance, Extradition, dan Operasi Interdiksi Terpadu yang berkaitan dengan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN.

Materi tersebut akan disampaikan oleh instruktur profesional dari berbagai lembaga penegak hukum nasional maupun internasional,dari DEA (Drug Enforcement Administration),ABF (Australian Border Force), UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime), NZ Police,BNN (Badan Narkotika Nasional), dan Polri.

“Palatihan gabungan bertaraf internasional ini adalah salah satu bentuk upaya dalam memperkuat Recana Aksi Nasional yang telah disusun dalam rangka penanganan permasalahan narkotika di Indonesia,” tegas Pudjo. (arif/cam)

 

 

  

 

redaksi

No comment

Leave a Response