Dekan FH Unsoed Lolos Profile Assessment Calon Anggota Komisi Yudisial

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Dalam rangka menjaga dan menegakkan kehotmatan, keluhuran martabat, serta perilaku Hakim, Komisi Yudisial mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap perilaku hakim. 

"Sesuai UU No.18 Tahun 2011 Komisi Yudisial berwenang untuk melakukan seleksi calon hakim agung dan mengusulkan kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan, "ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. 

Calon Anggota Komisi Yudisial yang juga Dekan Fakultas Hukum Unsoed Prof.Dr.Ade Maman Suherman,S.H.MSc. mengatakan, Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Calon Anggota Komisi Yudisial (KY) mengumumkan nama-nama peserta yang lolos tahapan Profile Assessment untuk menjadi anggota KY Periode Tahun 2020-2025, salah satunya adalah Prof.Ade sendiri.

Prof. Ade menjelaskan Pansel Pemilihan Calon Anggota Komisi Yudisial mengumumkan, pertama dari sebanyak 32 orang peserta Profile Assessment Seleksi Calon Anggota Komisi Yudisial, yang dinyatakan lulus sebanyak 18 orang. Kedua, peserta yang dinyatakan lulus Profile Assessment, wajib mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu Tes Kesehatan yang akan dilaksanakan pada Hari Senin (21/09/2020) Pukul di RSPAD Gatot Soebroto, JI. Abdul Rahman Saleh No.24, Jakarta Pusat.

"Jadwal Wawancara Terbuka digelar pada Hari Selasa-Kamis, tanggal 22-24 September 2020, dimulai Pukul 09.00 hingga acara selesai. Tempat wawancara terbuka di Aula Gedung Utama Lantai 1, Kementerian Sekretariat Negara,JI. Veteran No. 18, Jakarta Pusat, "jelas Prof.Ade.

Mantan Komandan Resimen Mahasiswa Satuan 904/Kalayuda Unsoed (1990/1991) ini menambahkan, ada beberapa catatan dalam tes kesehatan dan wawancara terbuka tersebut. Yakni, pertama, saat mengikuti Tes Kesehatan dan Wawancara Terbuka, setiap peserta wajib membawa Kartu Tanda Penduduk dan hadir 30 menit sebelum pelaksanaan tes dimulai untuk melaksanakan registrasi. Kedua, Peserta diharapkan memperhatikan prosedur physical distancing sesuai dengan protokol penanganan Covid 19. 

"Peserta wajib melaksanakan swab test secara mandiri pada tanggal 14 September 2020 atau setelahnya, kemudian wajib mengirimkan hasil swab test paling lambat tanggal 17 September 2020 (sebelum pelaksanaan test kesehatan), " imbuhnya.

Beberapa persiapan dilakukan oleh alumni Program S2 Univ. of Groningen, Belanda ini, pertama adalah menjaga kesehatan dan kebugaran dengan tetap berolahraga, di antaranya olahraga tenis secara rutin. Kedua, mendalami hal hal yang terkait dengan tupoksi KY dalam penegakkan martabat dan kehormatan hakim dan tantangannya kedepan untuk terpenuhinya rasa keadilan masyarakat.

Prof.Ade menjelaskan bahwa seleksi tahap berikutnya merupakan tahapan yang menentukan setelah proses seleksi yang panjang. 

"Panitia seleksi benar-benar telah melakukan seleksi secara ketat baik dari aspek kompetensi, moralitas serta pengalaman, dan leadership skill setiap peserta, " pungkas Prof.Ade yang pada tanggal 12 Agustus 2015 lolos seleksi Tahap Ketiga Calon Pimpinan KPK.(hen/berbagai sumber)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response