Dana Besar Itu Ada Jika Sudah Masuk Dalam Rekening Kita

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Banyak sudah orang yang datang ke saya mengaku memiliki sumber ‘dana besar’. Dengan santun tapi tegas, biasanya saya menanggapi santai seraya meminta agar uang tersebut dikirim ke rekening yang telah saya tentukan terlebih dulu berkisar Rp 1 miliar sebagai bukti kongkrit dan sebagai jaminannya akan diberikan check cash dari pemiliki rekening yang akan menerima Rp 1 miliar tersebut.

Dan sudah bisa tebak, biasanya hal itu tidak pernah bisa direalisasikan, dengan cara ini otomatis saya bebas dari berbagai gangguan orang-orang seperti itu.

BERBAGAI SUMBER DANA YANG SAYA YAKINI KEBENARANNYA.

Sebagai eks grup Cendana, saya tahu mana orang yang punya uang dan mana yang tidak punya. Tetapi umumnya jumlah uang yang mereka miliki sangat terbatas,  hanya sekitar sekian triliunan

Jika ada yang mengatakan orang-orang tertentu memiliki kekayaan sekian puluh miliar dolar Amerika, saya paham bahwa kekayaan tersebut bukan dalam bentuk cash. Tetapi dalam berbagai bentuk yang jika dinilai jumlahnya setara dengan cash sekian miliar US Dollar atau sekian triliun rupiah.

Orang-orang yang memiliki uang cash dalam jumlah besar biasanya hanya kalangan tertentu, semisal para bos kartel narkoba, pemilik rumah judi, raja minuman keras, raja minyak dunia, pemilik tambang emas dan sejenisnya. 

Sedangkan  pusat-pusat agama tertentu punya dana besar juga dari hasil donasi jamaahnya diseluruh dunia. Tetapi penggunaannya hanya untuk hal tertentu saja.

SIAPA SUMBER DANA YANG SAYA MILIKI ?

Sumber dana yang saya yakini benar-benar memiliki dana dan saya punya aksesnya adalah Raja dan Sultan negara-negara Arab seperti  Qatar, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab dan Kuwait. 

Melalui guru dan juga sahabat saya yang akrab dengan raja-raja super kaya atau orang-orang kepercayaannya,  saya mendapat ‘tawaran dana besar’ yang bisa saya pertanggung jawabkan kebenarannya.

APA SAJA SYARATNYA ?

Saya pribadi mensyaratkan bagi yang butuh dana dari jalur saya agar ‘bertaubatan nasuha,, jujur dan hanya berhamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala’.Hal ini sangat penting karena saya meyakini dana-dana besar tersebut adalah milik Allah subhanau wa ta’ala.

Para pemilik dana tersebut adalah para sahabat saya yang memiliki akses juga syarat tersendiri yang berbeda-beda.Hal ini wajar saja, karena yang kita akan urus adalah dana besar yang jumlahnya ratusan miliar dolar Amerika Serikat.

BAGAIMANA MENGURUS PINJAMAN DANA BESAR INI ?

Sebagai Pntu Pertama ke sumber dana tersebut saya akan proses setelah orang – orang yang terkait saya yakini ke sholehannya. Tetapi, jika saya tidak yakin pasti tidak akan saya ladeni.

Lebih baik saya urus dan pakai sendiri dana-dana besar tersebut ketimbang saya berikan kepada orang-orang yang belum jelas kebenaran dan kejujurannya.

Langkah-langkah  yang saya haruskan setelah saya yakin berurusan dengan orang-orang sholeh adalah saya minta dijelaskan dengan detail dananya mau diapakan dan untuk apa?Jika untuk proyek, maka saya akan minta dijelaskan dengan detail tentang proyeknya. Hal ini sangat penting karena saya harus tahu pasti apakah proyek tersebut mampu mengembalikan dana pinjaman atau dana investasi yang sangat besar jumlahnya (miliaran USD).

Jika saya sudah yakin, baru saya buat kontrak kerja sama yang detail, adil dan saling menguntungkan.

APAKAH ADA BIAYA YANG HARUS DIBAYAR DIMUKA ??

Saya tidak akan meminta dana apapun dalam urusan ibadah kepada Allah.Maka jika tujuan dan praktik-praktik nyatanya adalah dalam rangka ibadah pada Allah , maka proses pinjaman dana besar ini semuanya saya kerjakan dengan tanpa biaya sesen pun juga, tapi syaratnya adalah semuanya saya yang memutuskan dan saya yang mengatur.

Jika pemanfaatannya hanya untuk mencari untung semata atau sekedar profit oriented, maka saya akan bersikap tegas dengan berbagai norma yang seratus persen ‘strickly business’.Saya akan minta dana pre operasi dan dana untuk memprosesnya sesuai dengan standar yang saya tetapkan.

Saya berprinsip seperti ini karena saya paham tidak mudah bagi para pemilik proyek, sebagus apapun proyeknya untuk mendapatkan sumber dana yang mau mendanai berbagai proyek yang butuh dana tersebut.

APA YANG SAYA SEDANG LAKUKAN TERKAIT DANA BESAR TERSEBUT?

Saat ini saya belum butuh dana besar tersebut, jadi saya hanya menjaga hubungan baik dengan para sahabat yang memiliki dana-dana besar atau yang memiliki hubungan baik dengan para pemilik dana besar tersebut.Saya juga sedang menunggu hasil dari berbagai proyek yang para pihak terkaitnya saya sinergikan.

Sambil menunggu hasil proyek-proyek tersebut, saya melakukan berbagai kegiatan yang Allah datangkan, jadi saya selalu sibuk dengan berbagai kegiatan, termasuk membuat berbagai tulisan untuk media Online milik sahabat-sahabat saya.(Abdurrahman Imbang Djaja Chairul-Ketua Lembaga Ekonomi Islam)

 

redaksi

No comment

Leave a Response