Dalam Tiga Bulan Vaksin Pfizer Menghasilkan 3,5 Miliar Dolar

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Dalam keterangan yang dipubilikasikan perusahaan Pfizer pada Selasa ( (4/4/20210 lalu menjelaskan bahwa sejak Januari hingga Maret 2021 , Vaksin virus korona COVID-19 Pfizer telah menghasilkan 3,5 miliar dolar. Angka tersebut merupakan  sumber pendapatan terbesar vaksin Pfizer  saat ini.

Produsen obat itu diharapkan memperoleh hampir $ 26 miliar total pendapatan dari vaksinnya tahun ini. Angka tersebut didasarkan pada kontrak yang ditandatangani pada pertengahan April, yang meminta perusahaan untuk menyediakan 1,6 miliar dosis vaksin COVID-19, kata laporan itu.

Pfizer menolak untuk mengungkapkan berapa keuntungan yang didapat dari vaksin tersebut. Namun, laporan Februari menunjukkan bahwa margin keuntungan dari suntikan vaksin COVID-19 akan mencapai sekitar $ 900 juta dalam keuntungan vaksin sebelum pajak untuk kuartal pertama. 

Pfizer telah menjadi subjek kontroversi setelah memutuskan untuk mengambil untung dari vaksin COVID-19-nya. Sebagai perbandingan, Moderna mengembangkan vaksinnya menggunakan dana dari pemerintah federal. Johnson & Johnson menjual vaksinnya secara nonprofit. 

Hingga pertengahan April, negara-negara kaya telah mendapatkan 87% dari lebih dari 700 juta dosis vaksin COVID-19, termasuk suntikan Pfizer. Namun, negara-negara yang lebih miskin hanya menerima 0,2%, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan. 

“Rata-rata di negara berpenghasilan tinggi, hampir satu dari empat orang telah menerima vaksin. Di negara-negara berpenghasilan rendah, itu satu dari lebih dari 500. Izinkan saya ulangi: satu dari empat versus satu dari 500, ”kata kepala WHO Tedros Adhanonom Ghebreyesus dalam briefing badan tersebut dari Jenewa pada bulan April. 

Pfizer telah berjanji untuk membuat suntikan vaksinnya lebih mudah diakses di seluruh dunia. Dalam laporan pendapatannya, perusahaan mengatakan telah mengirimkan 430 juta dosis vaksin COVID-19 ke 91 negara. Namun, tidak dirinci berapa banyak dosis yang dikirim ke negara-negara miskin.

Pfizer baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk mengajukan persetujuan penggunaan darurat dari suntikan penguat yang dapat membantu melindungi penerima dari varian COVID-19. Perusahaan juga akan mengajukan izin penggunaan vaksinnya pada anak – anak usia 2 hingga 11 tahun. (cam/ibm)

redaksi

No comment

Leave a Response