Cegah Covid-19, FT Unsoed Gelar Pendadaran Online

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Eunstein,M.Hum mengungkapkan dua orang Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Nur Agung Nugroho dan Jabal Thareq telah menyelesaikan pendadaran secara online dan dinyatakan lulus.

Dalam perbincanganya dengan Ketua Jurusan Teknik Elektro (TE) FT Unsoed Farida Asriani,S.Si.M.T. dan Komisi Tugas Akhir TE FT Unsoed Imron Rosyadi,ST.M.Sc., Einstein mengatakan guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran COVID-19 mulai Senin (16/03/2020) Unsoed menerapkan perkuliahan tatap muka diubah menjadi pembelajaran daring (online). Disamping itu menurutnya, menunda atau menjadwal ulang penyelenggaraan berbagai kegiatan yang menimbulkan terjadinya kerumunan banyak orang.

Ketua Tim Penguji Pendadaran Imron Rosyadi,ST.M.Sc. menjelaskan, dalam keadaan yang terbatas dan situasi yang sulit, guna mencegah penyebaran virus corona COVID-19 ini Jurusan Teknik Elektro FT Unsoed berhasil menggelar kegiatan ujian pendadaran yang baru pertama kali diselenggarakan secara online pada hari Senin (23/03/2020). Selain dirinya tim penguji lainnya adalah Azis Wisnu Widhi Nugraha, ST, M.Eng., Priswanto, ST, MT., Ari Fadli ST, M.Eng., dan Eko Murdyantoro, ST, MT. 

Tambahnya, penyelenggaraan ujian pendadaran online ini dalam dua tahap. Pertama, mahasiswa mengerjakan ujian berbasis komputer (CAT) secara online dengan platform Moodle pada Situs E-learning Unsoed (eldiru.unsoed.ac.id). 

"Program Studi Teknik Elektro (TE) telah membuat bank pertanyaan (question bank) yang bersumber dari berbagai mata kuliah di program studi. Mahasiswa kemudian mendapatkan pertanyaan secara acak dari bank pertanyaan dan mengerjakannya dalam waktu 50 menit, " jelasnya.

Kedua, menurut ahli Machine Learning ini, mahasiswa melaksanakan ujian lisan mengenai pengetahuan keteknikelektroan mereka secara online dengan platform Google Meet.

Imron yang juga anggota International Electrical and Electronic Engineer (IEEE) dan Indonesian Association of Pattern Recognition (INAPR) memaparkan, secara substansi tidak ada masalah yang berarti dalam ujian pendadaran ini. Tim penguji berhasil mengukur empat parameter ujian pendadaran yakni kemampuan dasar keteknikelektroan, kemampuan rekayasa (engineering), kemampuan komunikasi ilmiah, dan kemampuan belajar mandiri mereka.

"Nilai empat parameteri tersebut kami masukkan secara online dengan platform Google Sheet. Tetapi secara teknis, ujian pendadaran secara online memiliki beberapa masalah yang tidak kami temui saat ujian pendadaran biasa, di antaranya : pertama adalah masalah presentasi tulis mahasiswa; mahasiswa tidak bisa secara leluasa menuliskan jawaban atas pertanyaan yang membutuhkan penjelasan secara tertulis. Para penguji juga tidak bisa mengamati secara komprehensif. Kami mengatasinya untuk sementara dengan menambahkan telepon cerdas (smart phone) yang mengirimkan video penjelasan tertulis mahasiswa. Kedua, adalah masalah kualitas jaringan internet yang menyebabkan putusnya koneksi serta menurunnya kualitas video. Selain itu juga muncul masalah interferensi. Ketiga adalah pada kualitas interaksi antara Mahasiswa dan antara Tim Dosen Penguji, " terang Imron.

 

"Tetapi pengalaman baru ini luar biasa dan menguatkan perspektif kerekayasaan kami, bahwa kesulitan itu meniscayakan upaya rekayasa ulang (reengineering), dan itulah tugas moral TE FT Unsoed, "tambahnya.

Ketua Jurusan Teknik Elektro FT Unsoed Farida Asriani,S.Si.M.T. (Ida) mengatakan dalam  pelaksanaan ujian pendadaran secara online ini dipadukan penggunaan eldiru untuk menguji pengetahuan dasar yang dimiliki mahasiswa, dilanjut dengan memanfaatkan google meet untuk ujian lisannya. Ida yang juga ahli Teknik Instrumentasi dan Kendali menjelaskan bahwa secara teknis tidak ada kendala yang berarti, baik Tim Dosen Penguji maupun Mahasiswa yang diuji bisa langsung dikondisikan untuk hal ini selama koneksi jaringan stabil. 

Menurut Ida yang juga anggota ICSES International Computer Science and Engineering Society ini, bahwa posisi saat ujian pendadaran online digelar, baik mahasiswa maupun Tim Dosen Penguji berada di rumahnya masing-masing.

Sementara tentang apa itu Eldiru dan Google meer, Imron yang juga ahli Internet of Things, menjelaskan, Eldiru (eldiru unsoed.ac.id) singkatan E-learning Jenderal Soedirman University, adalah sistem pembelajaran online milik Universitas Jenderal Soedirman. 

"Eldiru dikembangkan menggunakan platform Moodle, sebuah platform open source yang telah dipakai oleh banyak universitas dan sekolah di dunia. Google Meet adalah platform konferensi video (video conference) yang dikembangkan oleh Google. Dengan Google Meet, sebuah kelas diselenggarakan secara virtual yang mana dosen dan mahasiswa tak perlu harus bertemu tatap muka, cukup dengan menggunakan peramban (browser) dan aplikasi smartphone, " terang Imron.

Sementara Mahasiswa Teknik Elektro FT Unsoed Jabal Thariq mengungkapkan kesannya, tidak kalah menegangkan sepertinya dengan pendadaran di kelas. "Dosen Tim Penguji masih tetap tegas dan objektif dalam pemberian materi, secara kesuluruhan berjalan dengan lancar, " ungkapnya.

Mahasiswa FT Elektro lainnya Nur Agung mengatakan, cukup baik, walaupun kadang masih ada gangguan dan kurang kondusif bila ada Tim Penguji yang bertanya bersamaan. 

"Untuk situasi sekarang lewat online mungkin lebih tepat, tapi kalau sudah membaik, saya kira ujian tatap akan lebih baik. Kalau mau menunjukkan hasil perhitungan, lebih dijelaskan prosedurnya saja, sebab saat ujian agak membingungkan, " pungkasnya.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response