Opini

  Matamatanews.com, JAKARTA—Banyak sudah orang yang datang ke saya mengaku memiliki sumber ‘dana besar’. Dengan santun tapi tegas, biasanya saya menanggapi santai seraya meminta agar uang tersebut dikirim ke rekening yang telah saya tentukan terlebih dulu berkisar Rp 1 miliar sebagai bukti kongkrit dan sebagai jaminannya akan diberikan check cash dari pemiliki rekening yang akan menerima Rp 1 miliar tersebut.

  Matamatanews.com, JAKARTA— Seusai pertemuan dengan Pertamina, sahabat saya menceritakan bahwa situasi Pertamina sekarang sangat jauh berbeda dibanding sebelum ada COVID-19. Saat ini Pertamina tidak tampaknya tidak mudah untuk mendapatkan investor dan salah satu yang sedang diharapkan adalah investor untuk proyek Refinery Tuban, kerjasama Pertamina dengan Rosneft, Rusia. Proyek bernilai investasi $ 15 miliar itu sejauh ini masih belum memiliki investor yang akan mendapat saham 60% jika mendanai proyek tersebut.

  Matamatanews.com, JAKARTA—Ketua Lembaga Ekonomi Islam Imbang Djaja mengatakan, bangsa dan negara saat ini dalam kondisi lemah, berbagai kebutuhan strategis banyak bergantung kepada negara lain. “Hutang kita nyaris tidak terbayar, kebutuhan pokok kita sebagian besar dari impor , rakyat kita sangat konsumtif dan jauh dari produktif. Semua Sumber Daya Alam yang strategis didominasi asing, begitu juga kue ekonomi non SDA (sumber daya alam) kita nyaris semuanya dikontrol asing,” kata Imbang Djaya kepada Matamatanews.com, Minggu (11/4/2021).

  Matamatanews.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan di DPR tentang adanya keterlambatan datangnya vaksin ke Indonesia, akibatnya program vaksinasi menjadi tidak tentu kapan berakhirnya. Kejadian ini membuat Pemerintah Presiden Jokowi menjadi terjepit karena harus memilih, apakah merisikokan kesehatan atau aktifitas rakyat ?

  Matamatanews.com, JAKARTA—Berbagai diskusi yang melibatkan para pelaku, pengamat dan pakar ekonomi marak dilakukan di seluruh Indonesia. Semua berpendapat sama, setelah setahun diterapkannya protokol kesehatan berbagai usaha,baik menengah maupun kecil mengalami dampak negatif. Detailnya bisa dilihat langsung di berbagai akun organisasi pengusaha dan pengamat ekonomi.Semua menyatakan obatnya hanya ada dua, yaitu "Dana Stimulus yang besar dan Dicabutnya Protokol Kesehatan".

Pages