Hukum

share

  Matamatanews.com-JAYAPURA—Meski Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mencabut perda minuman keras (miras), Pemerintah Provinsi Papua tetap bertekad melarang peredaran minuman keras di wilayah hukumnya. Disebutkan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Elia Loupatty,bahwa minuman beralkohol telah banyak menghilangkan nyawa orang sehingga pencabutan perda tersebut tidak menyangkut regulasi, melainkan hati nurani.

share

  Matamatanews.com-JAKARTA—Dia Tetap Ibuku yang ditayangkan televisi swasta MNCTV bukan sekedar menuai kritik tapi melukai umat Islam,terutama Ahlussunnah wal Jama’ah. Sejumlah sumber yang dimintai komentarnya menyatakan ,tindakan MNCTV ibarat memancing di air keruh . Karena nikah mut’ah bagi mayoritas umat islam ,terutama bagi ahlussunah wal jama’ah  adalah sesuatu yang dilarang.  

share

  Matamatanews.com-JIHAR—Hanya gara-gara jual beli sapi,dua warga Muslim di India  kehilangan nyawa. Kedua Muslim itu digantung oleh pengikut Hindu radikal yang dikenal kerap mensucikan sapi. Menurut surat kabar Hindustan Times, seperti dilansir Reuters Arabic pada Ahad (20/03)silam, dua jasad warga Muslim itu ditemukan di daerah Atihar, provinsi Jihar, Jumat lalu (18/03). Kondisinya mengenaskan, dengan leher tergantung di pohon.

share

  Matamatanews.com-JAKARTA—Puluhan korban penipuan calon pegawai negeri sipil (PNS) dalam waktu dekat akan melaporkan para calo yang menjanjikan kelulusan sejumlah orang ke pihak kepolisian . Pelaporan itu dilakukan, karena sejauh ini janji yang pernah dilontarkan para calo itu tidak terbukti. “Padahal mereka sudah menarik uang dari para peserta cukup besar dengan janji bisa diterima dan namanya masuk dalam penerimaan CPNS.Tapi ternyata sampai sekarang nama kami belum keluar ,” jelas Doni (nama samaran) yang ditemui di Mabes Polri.

share

  Matamatanews.com-JAKARTA—Pelaku pembunuhan terhadap 2 orang petugas Direktorat Jenderal Pajak di Kepulauan Nias,yaitu Parada Toga  Fransriano Siahaan  (30),juru sita pajak negara Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sibolga, dan  Sozanolo Lase (30) pegawai honorer kantor Pajak Gunungsitoli, Agusman Lahagu (AL) terancam hukuman mati.  Menurut pengakuan tersangka, ia melakukan tidak sendirian tetapi dibantu 4 orang temannya, yaitu AZ  alias Ana, DL  alias Dedi,MG alias Rama, dan BL alias Ama Yusu.

Pages