Buwas Berharap Kebijakan Filipina Diterapkan di Indonesia

 

Matamatanews.com,JAKARTA—Kebijakan Filipina di bawah kepemimpinan Presiden Rodrigo Duterte yang menerapkan perang brutal terhadap perdagangan narkoba dengan melakukan pembunuhan terhadap pelaku atau pengedar perdagangan narkoba dan menghapuskannya menjadi sorotan dunia.

Langkah yang dilakukan oleh Presiden ini telah membunuh hampir 2000 orang dalam beberapa pekan saja  dan membuat dunia mengecam hal yang dilakukan oleh Rodrigo Duterte tersebut. Akibat kecaman tersebut Presiden Filipina mengancam untuk memisahkan diri dari PBB setelah organisasi itu  mengkritik upayanya memerangi narkoba sebagai tindak kejahatan menurut hukum Internasional.

Kepala BNN Komjen (Pol) Budi Waseso ikut tertarik dengan kebijakan yang diambil oleh Flipina dalam memberantas narkoba, dirinya menginginkan agar Indonesia bisa ikut menerapkan kebijakan tersebut. Menurutnya kebijakan ini dapat menurunkan dan mematikan angka Bandar dan pengguna narkoba di Indonesia.

Kebijakan Presiden  RI Joko Widodo dengan tidak memberikan grasi kepada terpidana mati dan melakukan eksekusi mati dinilai kurang cukup untuk membuat efek jera terhadap Bandar narkoba, karena masih banyaknya celah hukum yang dapat dimanfaatkan oleh Bandar untuk lolos dari hukuman berat.

Budi Waseso juga berkata bahwa akibat peredaran barang haram tersebut merusak generasi bangsa dan membunuh banyak orang di Indonesa setiap harinya, sehingga memang lebih baik seluruh Bandar narkoba dihabisi dan tidak diberi ampun.

Seperti diketahui narkoba sangat menghancurkan masa depan generasi muda  dan sangat berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan sepertinya kebijakan ini patut dipertimbangkan untuk menekan dan memberantas Bandar narkoba.(Andro DP/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response