Buruh Cina Diam-Diam Garap Perumahan Yahudi di Al Quds

 

Matamatanews.com, TEL AVIV—Tanpa hiruk pikuk media, diam-diam pemerintah Israel mengimpor buruh asal Cina untuk dipekerjakan sebagai buruh bangunan. Pemerintah Cina sendiri mengaku bahwa pihaknya akan mengirim enam ribu pekerja bangunan ke Israel dalam semester pertama tahun 2017 ini sebagai bagian dari rangkaian perjanjian konstruksi yang disepakati pemerintah Tel Aviv dan Beijing, Cina.

Ribuan buruh konstruksi Cina itu seperti diakui Israel akan dipekerjakan sebagai upaya mengurangi krisis perumahan yang melanda negara zionis tersebut. Dari enam ribu, akhirnya Beijing dan Jerussalem sepakat untuk mengirimkan dua puluh ribu pekerja konstruksi ke Israel dalam beberapa tahun ke depan.

“ Israel akan berusaha keras dengan berbagai cara untuk mendatangkan buruh asal Cina untuk menekan angka kekurangan perumahan bagi warga Israel terutama di kawasan yang menjadi sengketa dengan Palestina. Dan Cina menangkap tawaran Israel sebagai kesempatan juga untuk menekan angka pengangguran di negeri itu, dan kedua negara cocok bila kemudian menjadi sorotan komunitas internasional,” papar Indriwan Apriandi, praktisi dan pegiat masalah hubungan Israel kepada SM Akbar dari Matamatanews.com, Sabtu (19/8/2017).

Kedatangan para buruh asal Cina disebutkan sumber di Tel Aviv dibagi beberapa tahap, dari jumlah 20 ribu yang telah disetujui. Tahap pertama terdiri atas empat ribu pekerja, yang akan tiba dalam enam bulan ke depan. “ Jumlah keseluruhannya sejauh ini belum ada keterangan yang resmi, dan kepastiannya. Tapi informasi itu benar adanya,” jelas sumber ini.

Sebenarnya impor buruh Cina ke Israel bukan hal yang baru, pada tahun 2011 lalu Menteri Keuangan Israel, Moshe Kahlon pernah mengatakan bahwa kedatangan pekerja asal Cina memang untuk mengurangi krisis perumahan di Israel, adapun  bagi Cina sendiri, pengiriman tersebut menjadi salah satu solusi mengatasi persoalan pengangguran di negerinya. Menurut data Bank Israel , biaya perumahan di Israel meningkat tajam sejak tahun 2008.

Yang perlu diketahui, sejak intifadah kedua meletus pada tahun 2000 lalu, Israel sudah berusaha keras untuk menggantikan pekerja Palestina dengan pekerja asing, terutama dari Cina. Dan pada Februari 2017 lalu kesepakatan itu telah digulirkan Israel – Cina sehingga berbagai proyek perumahan di Israel akan diisi pekerja asal Cina sebagai wujud dari kesepakatan kedua negara , antara Menteri Ekonomi Cina dan Federasi kontraktor Cina dengan delegasi  Zionis Israel. (sam/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response