Bupati Sebut Keberadaan Unsoed Kurangi Angka Kemiskinan Di Banyumas

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Kategori penduduk miskin adalah masyarakat yang pengeluaran per kapitanya di bawah garis kemiskinan (GK) atau kurang dari Rp. 472.525 per kapita per bulan. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum kepada Matamatanews.com.

Panitia Munas Ikafu Bidang Publikasi dan Informasi Nazarudin Latief memaparkan bahwa Ikatan Alumni FISIP Unsoed (IKAFU) menggelar musyawarah nasional II dan temu alumni di Graha Widyatama, Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah pada hari Sabtu (23/10/2021). 

Acara tersebut digelar secara daring dan luring yang dihadiri kurang lebih 150 orang dengan protokol kesehatan yang ketat. Panitia memfasilitasi acara tersebut secara daring melalui zoom meeting dan youtube.

Bupati Banyumas Achmad Husein yang hadir di acara tersebut mengatakan, keberadaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto sangat membanggakan, menggembirakan dan dapat meningkatkan kesejahteraaan selain membawa nama baik dan nama besar. 

Achmad Husein juga menyebut keberadaan Unsoed termasuk Fisip bisa mengentaskan kemiskinan. Lalu,. ia membeberkan sedikit data angka kemiskinan Kabupaten Banyumas. 

Menurutnya angka kemiskinan Kabupaten Banyumas 13,6 persen atau di urutan 9 se-Jawa Tengah termasuk wilayah lainnya seperti Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Brebes.

Namun, kata bupati angka kemiskinan bisa mencapai 13,6 persen karena keberadaan Unsoed.  

"Kalau tidak ada Unsoed angka kemiskinan 15,6 persen. Pengaruhnya besar sekali, ada kos-kosan, UMKM hidup semua. Oleh karena itu keberadaan Unsoed sangat esensial menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Semakin besar Unsoed maka semakin banyak menolong masyarakat Banyumas," kata Bupati Banyumas. 

Bupati mengajak Rektor Unsoed Prof.Dr.Ir.Suwarto,MS. untuk membesarkan Unsoed sebesar-besarnya dan meningkatkan kualitas sebagus bagusnya sehingga patut dibanggakan dan jadi contoh yang baik. 

"Ibadahnya jadi besar, banyak menolong masyarakat Banyumas tak terkecuali buat Fisip Unsoed. Besarkanlah, untuk jadi kebanggaan dan bapak ibu jadi dewa penolong untuk masyarakat Banyumas," kata Bupati.

Rektor Unsoed Prof.Dr.Ir.Suwarto,MS., menyebut FISIP Unsoed berkembang luar biasa, program S2 dan mutu dosen juga sangat membanggakan. Ikatan alumni merupakan mitra strategis, dalam hal ini Fisip Unsoed. Alumni kata dia memberikan masukan agar institusi lebih maju ke depan. 

"Alumni Fisip Unsoed menyebar ke seluruh Indonesia. Mereka banyak berkiprah di masyarakat menyumbang kemajuan untuk bangsa," tuturnya.

Prof.Dr.Ir.Suwarto,MS. mengaku bangga memiliki alumni-alumni Fisip Unsoed yang terus menuangkan pemikiran untuk kemajuan almamater.

Sementara Dekan Fisip Unsoed, Dr.Wahyuningrat mengatakan perhelatan Munas II dan Temu Alumni bukan hanya konsolidasi organisasi tetapi juga mampu memberikan ide-ide kreatif agar mampu beradaptasi dengan era yang terjadi sekarang ini. 

"Revolusi 4.0 dan society 5.0 yang bercirikan big data, disrupsi yang ini tidak mudah kalau kita tidak bersatu, tapi kalau kita bersatu dan terus menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif InsyaAllah kita akan tetap eksis dan berdiri tegak," kata Dr.Wahyuningrat.

Ketua Panitia Munas II dan Temu Alumni IKAFU Dr.Barid Hardiyanto,MSi. yang juga Ketua IKAFU (periode 2021 - 2025) terpilih, mengaku sangat gembira dengan perhelatan tersebut meski dilakukan dalam suasana pandemi Covid-19. 

Sebab, kata Barid hampir seluruh angkatan dan jurusan hadir. Dia  juga mengapresiasi donasi yang terkumpul dari para alumni berjumlah Rp 85.850.000. 

"Saya kira ini prestasi yang kita siapkan dan membanggakan. Terima kasih kepada panitia dan seluruh alumni," kata Dr.Barid.

Dalam acara Munas II dan Temu Alumni IKAFU hadir Bupati Banyumas , Achmad Husein, Rektor Unsoed Prof.Dr.Ir.Suwarto,MS., Dekan Fisip Unsoed Dr.Wahyuningrat, Wakapolresta Banyumas AKBP Kristanto Yoga Darmawan,SIK.,M.Si., Ketua Ikafu 2012-2016 Rustriningsih, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fisip Unsoed, Tri Wuryaningsih. (hen)

redaksi

No comment

Leave a Response