Bupati Maros Bertemu Keluarga Korban Penyanderaan Abu Sayyaf

 

Matamatanews.com,MAROSWarga Sulawesi Selatan yang jadi korban penyaderaan kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina ternyata berjumlah tiga orang. Setelah sebelumnya, korban diketahui berasal dari Parepare dan Takalar, belakangan terungkap salah satu korban asal Kabupaten Maros.

Adalah Ismail Tiro yang juga menjadi salah satu korban sandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina. Ia diketahui adalah keluarga dari Bupati Maros HM Hatta Rahman, suami dari adik Hatta Rahman bersaudara dengan Ismail Tiro.

Ismail Tiro tercatat sebagai warga Lingkungan Kalli-kalli, Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Keluarga Hatta Rahman ini telah disandera sejak Selasa lalu.
Kakak Ismail Tiro, Muhammad Yahya Tiro mengatakan, dirinya memutuskan bertemu Bupati Maros karena khawatir adiknya yang disandera tidak diketahui sebagai warga Maros.

"Saya lihat di media tertulis hanya dua warga Sulsel, yakni dari Parepare dan Takalar padahal ada juga dari Maros. Makanya saya ke Pak Hatta untuk ketemu agar pemerintah daerah tahu ada warganya yang menjadi sandera," ujarnya saat ditemui di Kantor Bupati Maros, Senin (27/6/2016).
Ismail Tiro, kata Yahya, merupakan anak keenam dari delapan bersaudara. Ismail telah bekerja sebagai ABK sejak dua tahun lalu.

Yahya dan keluarga mengetahui perihal penyanderaan ini dari media,  kemudian mengonfirmasi ke istri Ismail yang tinggal di basecamp perusahaan di Kalimantan untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Ismail yang memiliki dua anak ini bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di PT Rusyanto Bersaudara, sebuah perusahaan batu bara.

 "Pihak keluarga tidak mau gegabah, kami ingin memastikan kebenarannya dulu baru menginformasikan ke keluarga besar terutama orangtua kami terkait ini. Orangtua saya shock mengetahui anaknya disandera.

Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam menilai penyanderaan ini harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Pasalnya, kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya. Sehingga mesti ada upaya pencegahan dari pemerintah pusat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"DPRD Maros akan mengupayakan fasilitasi ke DPR agar ada upaya diplomasi pemerintah pusat bersama pemerintah Filipina dan kelompok Abu Sayyaf. DPRD bersama pemerintah daerah siap melakukan komunikasi dengan pihak pengambil kebijakan untuk upaya pembebasan sandera," jelas Chaidir. (Wawas)

 

sam

No comment

Leave a Response