Bunga Tabebuya Bermekaran, Menambah Pesona Kota Purwokerto

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Bunga Tabebuya warna kuning saat ini secara serentak tengah bermekaran di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto mulai dari perempatan "Srimaya" hingga pertigaan "Posis". Mekarnya bunga tabebuya kuning asal Brasil yang juga dijadikan peneduh itu menghias dan mempercantik pinggir ruas jalan protokol dan keindahannya  menjadikan trotoar di Purwokerto serasa berada di Jepang.

Saat perbincangannya antara Koordinator Sistem Informasi Unsoed Alief Einstein dengan ahli taksonomi tumbuhan Dr.Pudji Widodo,MSc.menjelaskan tentang  kemiripan tabebuya dengan tanaman sakura oleh "kebanyakan" orang.

Tabebuya (Tabebuia) menurut Dosen Fakultas Biologi Unsoed Dr.Pudji (59 tahun) adalah jenis tanaman yang yang termasuk Suku Bignoniaceae, berasal dari Brasil Amerika Selatan. Tanaman ini menurutnya dapat menjadi pohon yang besar bila dibiarkan tumbuh puluhan tahun.  

"Tanaman ini sering disebut sebagai tanaman Sakura, karena bila berbunga bentuk mirip seperti bunga sakura dan mekar dalam jumlah besar, lebih dominan daripada daunnya. Namun sebenarnya Tabebuya dan Sakura sangat berbeda, " papar Dr.Pudji yang pernah ikut Sandwich Program dan Short Course di Belanda dan Inggris ini.

Tambahnya, pohon Tebebuya memiliki kelebihan di antaranya daunnya tidak mudah rontok, disaat musim berbunga bunganya terlihat sangat indah dan lebat, akarnya tidak merusak rumah atau tembok walau berdekatan dengan bangunan.  Maka tanaman ini sangat cocok sebagai tanaman peneduh jalan yang rindang di perumahan atau pertokoan di sepanjang jalan.

Pudji menjelaskan Genus Tabebuia meliputi 74 species yang diakui kebenarannya, antara lain Tabebuia aurea bunganya berwarna kuning, Tabebuia rosea bunganya berwarna pink,  Tabebuia pallida bunganya berwarna putih atau pink muda dan lain-lain. 

"Bunga tabebuya berbentuk terompet dengan panjang 3 –11 cm, sehingga dimasukkan ke dalam Bignoniaceae. Berbeda dengan bunga sakura (Prunus serrulata) atau disebut cherry blossom yang mahkota bunganya berlepasan dan termasuk Suku Rosaceae (Mawar-mawaran), yang tidak berbentuk terompet, " jelasnya.

Jelasnya lagi, dilihat dari batangnya yang berwarna putih keabu-abuan, daunnya sangat indah karena berupa daun majemuk menjari berwarna hijau keabu-abuan, tebal dan kuat.  Pada pertengahan Oktober 2019 bunga tabebuya sedang mekar di berbagai kota di Jawa.  Di kota Purwokerto sendiri tanaman ini tengah menjadi sorotan karena merupakan tanaman peneduh dan hias yang mengalami bloom di sepanjang Jl Jenderal Soedirman yang merupakan jalan utama kota Purwokerto.

Dr.Pudji Widodo,MSc merinci perbedaan antara Tabebuya  dan Sakura :

1. Batang :Tabebuya Bisa menjadi pohon besar, sedangkan Sakura pohonmya kecil.

2. Daun    :Tabebuya daunnya majemuk beranak daun 3 - 9, Sakura daunnya tunggal.

3. Bunga  :Mahkota bunga Tabebuya berlekatan, berbentuk terompet atau disebut trumpet trees, Sakura mahkota bunganya berlepasan seperti mawar, disebut Cherry blossoms.

4. Waktu mekar :Tabebuya mekar hampir sepanjang tahun berbunga, mencapai puncaknya pada musim kemarau, Sakura mekar pada musim semi setahun sekali (akhir Maret - April).

5. Manfaat         :Tabebuya seringnya dijadikan tanaman peneduh dan tanaman hias, Sakura bunganya bisa dibuat minuman teh, ice cream, ataupun makanan.

6. Distribusi       :Tabebuya tumbuh subur di daerah Tropis dan subtropis dari Mexico, Caribia, sampai Argentina.  Kini sudah tersebar terutama di berbagai negara tropis, sedangkan Sakura cenderung cocok di daerah Subtropis terutama belahan bumi utara, Jepang dan China. Kini sudah tersebar di berbagai negara terutama subtropis.

Mengenal Sosok Dr.Pudji Widodo,MSc : Dr.Pudji lahir di Kebumen, 15 Juli 1960. Pendidikan yang pernah dia jalani adalah :

S1 = Fakultas Biologi Unsoed.

S2 = Lincoln University New Xealand

S3 IPB Bogor : riset untuk disertasi di Sumatra dan Jawa.

Dalam kiprahnya di berbagai negara di antaranya : Internasional Conference in Marseilles France (Perancis), Taxonomic Data Processing di University of Amsterdam (Belanda), Management of Higher Education at Leeds University UK (Inggris), Sandwich Program at Leiden University Nederland (Belanda) dan Research Collaboration with Herbarium of Royal Botanic Gardens Kew UK (Inggris). Disamping ahli Taksonomi Tumbuhan Dr.Pudji juga aktif di Organisasi Profesi Masyarakat Biodiversitas Indonesia sebagai anggota.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response