Buku SD Palestina Dilarang Masuk Gaza oleh Israel

 

Matamatanews.com,GAZA—Sikap pemerintah Israel yang masih melarang masuknya buku-buku sekolah dasar (SD) untuk tujuh mata pelajaran yang baru saja disetujui dalam kurikulum baru Palestina dikecam banyak pihak. Wakil Menteri Pendidikan Palestina Ziad Thabet dalam jumpa persnya di Gaza pada Minggu (28/8/2016) mengatakan, bahwa pelarangan tersebut berpengaruh negatif terhadap proses pendidikan.“Berlanjutnya larangan Israel bagi masuknya buku-buku sekolah tingkat dasar berpengaruh negatif terhadap proses pendidikan,"kata Thabet.

Akibat pelarangan tersebut,sejumlah sekolah dasar kesulitan memenuhi kebutuhan buku yang dibutuhkan,bahkan ada beberapa sekolah yang terpaksa menutup aktivitas belajar mengajarnya lantaran kekurangan buku dan guru.Diakui Thabet, kini hampir dua juta pelajar memasuki hari pertama tahun ajaran baru di Tepi barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza pada Minggu.

Dalam kunjungannya di Tepi Barat pada Minggu (28/8/2016) lalu Perdana Menteri Palestina Rami Al-Hamdallah mengatakan,tahun ajaran baru dimulai sementara pendudukan Israel masih berlanjut atas tanah mereka. Wakil Menteri Perencanaan dan Pembangunan Pendidikan Palestina,Basri Saleh pada Sabtu (27/8/2016) mengakui bahwa pemerintah Israel telah melarang masuk 300.000 buku pendidikan untuk sekolah-sekolah Palestina yang akan digunakan sekolah-sekolah Palestina masuk di Jalur Gaza. Sejauh ini memang Kementerian dibidang pendidikan telah menyetuji kuriklum baru untuk kelas 1 sampai 4 untuk dibagikan semua sekolah di Gaza.

Pemerintah Israel membantah tuduhan bahwa pihaknya menghambat dan melarang buku-buku tersebut masuk di Jalur Gaza, dan mengatakan bahwa pemerintahnya baru menerima permintaan dari Palestina dan belum menanggapi permintaan tersebut. "Tahun ajaran baru dimulai sementara pendudukan Israel berlanjut atas tanah kami, memperluas permukimannya dan mengizinkan tentaranya serta pemukim melakukan kejahatan terhadap anak-anak dan pemuda kami," katanya dikutip dari Antaranews.

"Sektor pendidikan telah kehilangan 40 guru, pegawai dan pelajar selama tahun lalu, sementara ratusan lainnya cedera."

"Warga Palestina berhak memperoleh buat pendidikan yang stabil, aman dan maju untuk memulai tahun ajaran baru yang akan menjadi tempat murid-murid Palestina membentuk tekad hidup, harapan, dan keteguhan hati di tanah air mereka," katanya. (icam/MINA/Republika.co.id/Arabiyanews)

sam

No comment

Leave a Response