Bos Perusahaan Tambang Brazil Gelar RDP Dengan DPR

 

Matamatanews.com.JAKARTA—Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Nico Kanter, Selasa (4/10/2016) sore, datang ke Gedung DPR untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi VII DPR. Selain Nico, RDP juga dihadiri Dirjen Minerba Kementerian ESDM dan Dirjen Planalogi Kementerian LHK.

RDP dihadiri juga oleh 14 Anggota Komisi VII DPR dari 7 Fraksi serta dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR, Fadel Muhammad. Rapat dibuka pada pukul 15.30 WIB.

Fadel mengatakan, RDP ini diadakan untuk menindaklanjuti surat dari Vale yang meminta audiensi untuk menjelaskan masalah Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) mereka di Sulawesi.

“ Kita awali pertemuan ini karena ada surat permohonan audensi izin pinjam oakai kawasan hutan untuk PT Vale di Sulawesi. Hasil rapat intern kita buat RDP saja,” ujar Fadel pada pembukaan RDP di Gedung DPR, Jakarta.

Nico mengungkapkan pihaknya tidak mendapatkan IPPKH sesuai yang dibutuhkan untuk kelangsungan operasi produksi pertambangan miliknya.

“ Status IPPKH sangat penting untuk operasi kami di Sulawesi Tenggara, Tengah dan Selatan. Luas IPPKH milik kami 16.000 ha di Blok Sorowako, Blok Bahadopi dan Blok Pomalaa. Ada kebijakan kehutanan untuk pertambangan. Disamping itu kami butuh izin ini untuk kesinambungan operasi di Sorowako,” tutur Nico.

Ia juga menambahkan, kapasitas produksi smelter Vale terus meningkat, dibutuhkan lahan untuk tambang maupun smelter. Vale berharap masalah IPPKH ini bisa segera diselesaikan.

“ Kapasitas Produksi kami terus meningkat, saat ini mencapai 80.000 metrik ton per tahun untuk nikel kadar 78%,” imbuhnya. (Adith/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response