BNNK Banyumas Lakukan Screening NAPZA di SMKN 2 Banyumas

 

Matamatanews.com, BANYUMAS - Guna mendeteksi penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di lingkungan pelajar, Puskesmas Kec. Banyumas bekerjasama dengan BNN Kab. Banyumas mengadakan screening NAPZA di SMKN 2 Banyumas pada Kamis (14/11/19). Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Pemkab Banyumas dalam meminimalisir penyalahgunaan narkoba yang saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan.

Guru Pembina PMR SMKN 2 Banyumas Feri Nurhidayanti,SPd menuturkan screening NAPZA kali ini dilaksanakan atas inisiatif Puskesmas Banyumas dengan menggandeng BNN Kab. Banyumas.

"Kami menyambut positif kegiatan ini, namun tidak semua siswa diambil sampelnya, hanya 40 siswa saja sebagai sampling untuk diuji urinenya, " katanya.

Sementara Kepala Seksi Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kab. Banyumas Wicky Sri Erlangga mengatakan BNN Kab. Banyumas 

bekerjasama dengan puskesmas se-Kabupaten Banyumas melakukan pemeriksaan terhadap siswa SMP, MTS, SMA, SMK dan MA, terkait dengan konsumsi rokok, miras sampai dengan narkoba.

" Kegiatan yang dimaksud adalah BNN melakukan tes urine yang apabila terdapat siswa yang positif, akan dilaksanakan rehabilitasi medis kepada siswa tersebut, " kata Wicky pada Matamatanews.com.

Wicky menambahkan rehabilitasi medis dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan dengan asumsi bebas biaya, tidak ada sanksi pidana, identitas dan sekolah klien yang direhabilitasi akan dirahasiakan.

"Untuk pelaksanaanya kami melakukan secara bertahap, tergantung jadwal puskesmas di masing masing kecamatan, kami hanya mengikuti jadwal mereka, " tambahnya.

Untuk kegiatan sosialisasi menurutnya, BNN sendiri juga secara rutin melakukan sosialisasi ke sekolah dan masyarakat. Disamping itu pihak puskesmas juga melakukan hal sama dengan menggandeng BNN Kabupaten baik sosialisasi maupun screening NAPZA.

Tentang kekhawatiran penyalahgunaan di lingkungan sekolah Wicky menjelaskan bahwa tidak ada sekolah setingkat SMA/SMK/MA yang bersih dari hal semacam itu.

"Hampir di semua sekolah ada yang siswanya  menggunakan NAPZA, minimal pernah mencoba dan menyalahgunakannya. Rata rata mereka mencoba untuk pertama kalinya ketika mereka duduk di kelas 8 SMP, " pungkasnya. 

Melihat kondisi inilah pemerintah segera bertindak cepat agar penyalahgunaan NAPZA tidak menyebar luas di kalangan pelajar yang notabenenya adalah generasi penerus bangsa. *(hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response