BNN Tangkap Terduga Pencucian Uang Narkoba

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap empat tersangka yang diduga melakukan aksi pencucian uang terkait perdagangan narkoba. Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan, kasus ini merupakan tindak lanjut dari informasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) atas dugaan transaksi yang mencurigakan terkait kasus narkoba senilai Rp 3,6 triliun.

Empat tersangka yang berhasil di tangkap ialah seorang perempuan berinisial R dan tiga orang pria berinisial JT, RUS dan ET. Pelaku R dan JT berhasil ditangkap pada 17 Oktober lalu di kompleks Perumahan Pluit Sakti, Jakarta Utara. Tersangka menggunakan 15 perusahaan yang digunakan sebagai kedok untuk menutupi transaksi keuangan hasil perdagangan narkoba kepada bandar di 11 negara.

Dari kedua tersangka BNN berhasil menyita sejumlah aset, yakni uang tunai, 5 unit apartemen, 2 unit ruko, 2 unit kios, 1 pabrik pengemasan, 2 unit mobil, 6 polis asuransi dan 40 kartu ATM berbagai bank. Sedangkan dua tersangka lain yakni RUS dan ET ditangkap di Batam serta petugas berhasil menyita uang senilai Rp 6,4 miliar. Kedua tersangka ini merupakan pengusaha money changer di Batam.

Menurut Budi, keempat tersangka diduga menjadi bagian dari jaringan bandar kelas kakap Pony Tjandra. Kasus ini diungkap PPATK dalam rapat dengan komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat pada 22 September lalu. Dalam rapat tersebut, PPATK menemukan adanya transaksi yang diduga terkait dengan perdagangan narkoba senilai Rp 30 triliun.

Anggota Komisi Hukum DPR Syariffudin Sudding menerangkan, modus transaksi digunakan dengan cara membuat perusahaan yang kemudian membentuk kembali puluhan anak perusahaan dengan kamuflase bergerak dibidang ekspor dan impor, seperti alat furnitur, mesin dan elektronik. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response