Berlarutya Masalah Tambuo,Picu Keresahan Masyarakat dan Pedagang

 

Matamatanews.Com,BUKITTINGGI—Sejumlah tokoh masyarakat adat,pemilik lahan dan pedagang di Tambuo Bukit Tinggi,Sumatera Barat mengatakan,belum terealisasinya pembangunan terminal dan fasilitas umum yang selama ini di dengungkan memicu keresahan banyak pihak,terutama masyarakat sekitar Tambuo  itu sendiri. Padahal,menurut mereka bila pembangunan tersebut direalisasikan sesuai rencana, baik pemilik lahan,ninik mamak maupun para pedagang tidak akan terus berkeluh kesah.

“Sejauh ini kami belum tahu secara pasti siapa investor pembangunan Tambuo,berikut peruntukkannya . Awalnya akan dibangun terminal dan fasilitas umum, tetapi kemudian isu yang beredar mengatakan akan ada pembangunan penambahan toko dilokasi. Jika isu itu benar maka akan menambah masalah baru bagi pedagang di Aur Kuning itu sendiri,”ucap Rinaldo.

“Bahkan sudah empat tahun terakhir omset pedagang di Aur Kuning menurun drastis. Jika memang belum bisa membangun pasar tipe A, tipe B pun tidak apa-apa,yang penting terealisasi.Prinsipnya para pedagang tidak masalah dengan rencana pembangunan di Tambuo asalkan sesuai dengan peruntukannya,”kata Drg.Rinaldo ,Rabu (23/5/2017) di Padang.

Bagi masyarakat,baik tokoh adat,ninik mamak,warga sekitar dan para pedagang di Tambuo pembangunan dalam bentuk apapun pada hakekatnya tidak masalah,selama dikomunikasikan dengan baik dan transparan.Keterbukaan informasi seharusnya menjadi langkah awal dalam penanganan masalah Tambuo,bukan sebaliknya,lanjut pria yang akrab dipanggil Rinaldo.

“Sejauh ini kami belum tahu secara pasti siapa investor pembangunan Tambuo,berikut peruntukkannya . Awalnya akan dibangun terminal dan fasilitas umum, tetapi kemudian isu yang beredar mengatakan akan ada pembangunan penambahan toko dilokasi. Jika isu itu benar maka akan menambah masalah baru bagi pedagang di Aur Kuning itu sendiri,”ucap Rinaldo.

Dari  cerita tokoh masyarakat yang ditemui mengatakan, sebanyak 2726 pedagang sebenarnya pernah menyampaikan keberatannya terhadap penambahan toko di pasar Aur Kuning ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).Namun,sayang sampai sekarang keberatan para pedagang itu belum tuntas terjawab,bahkan terkesan adem ayem.

Masalah Tambuo  berawal dari tahun 2010, dimana pihak pemerintah Kota Bukit Tinggi berencana membangun terminal dan fasilitas umum di daerah tersebut sebagai kawasan hidup yang mampu memberikan manfaat banyak orang.

”Kalau untuk perluasan terminal dan kepentingan publik atau fasilitas umum kami menerima,tetapi kami menolak bila ada penambahan fasilitas lainnya selama belum ada informasi yang jelas dari pihak yang berwenang,dalam hal ini investornya siapa dan komposisinya kami sebagai apa.Karena membangun sesuatu,terlebih bila menyangkut untuk kepentingan banyak orang harus  berdasarkan kajian yang dalam termasuk studi kelayakannya,jangan setelah jadi malah menjadi masalah baru,”papar Datu Gunung Kayo ,salah seorang tokoh adat, mantan militer yang mengaku kecewa terhadap penanganan masalah Tambuo hingga tersendat hingga sekarang.

Menurut Datu Gunung Kayo bila pemerintah kota berniat menghidupkan  pasar seharusnya pasar yang sudah ada di hidupkan kembali sehingga perekonomian bisa berjalan kembali,terutama bagi pedagang dikawasan pasar Aur Kuning. Pernyataan itu diaminini Rinaldo, ia setuju  bila pemerintah Kota Madya Bukittinggi mengoptimalkan keberadaan pasar yang sudah memberikan kontribusi selama ini.

“Yang harus diingat aliran batang Tambuo menyangkut lahan yang mengaliri lahan pertanian seluas seribu lima ratus hektar yang berada dihilir yang ada di daerah Agam,Tilatang Kamang,Kabupaten Agam yang menjaga ketahanan pangan di Sumatera barat bagian utara. Sepengetahuan kami batang Tambuo dibawah kewenangan provinsi dan kami masyarakat Agam tidak mengetahui bagaimana rencana provinsi apabila alih fungsi tersebut dilakukan,”cetus Rinaldo.

Lebih jauh ia mengatakan, dalam rapat ninik mamak disalah satu rumah makan di kota Bukittinggi,dampak kehidupan terhadap adat dan agama tidak bisa dipisahkan.”Bila benar di Tambuo nantinya akan dilakukan penambahan toko,maka dikhawatirkan akan menambah masalah baru lagi.Padahal pembangunan itu sendiri hingga saat ini masih belum terealisir,”tandas Rinaldo mengakhiri perbincangan. Akankan Tambuo terealisir seperti keinginan masyarakat? (samar)

 

sam

No comment

Leave a Response