Berantas Obat dan Makanan Ilegal, BPOM Gandeng Polri

 

Matamatanews.com,JAKARTA—Pencegahan obat dan makan illegal menjadi fokus Badan Pengawasa Obat dan Makanan (BPOM) dan Polri, sebab legalitas obat dan makanan menjadi bukti masyarakat dan perekonomian nasional terancam. ujar Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto.

Usai pertemuan dengan BPOM Ari mengatakan, “Penegakan hukum terhadap tindak pidana obat dan makanan harus dilaksanakan secara serius dan bekesinambungan.” Langkah itu bertujuan untuk menjaga dan melindungi masyarakat bahkan perekonomian Negara dari makan dan obat yang tidak layak konsumsi.

Dalam catatan BPOM periode 2013 – 2015, obat palsu dan ilegal didominasi golongan disfungsi ereksi, antibiotik, antipiretik – analgetik, antihipertensi, dan antihistamin. BPOM telah mengidentifikasi 17 merek obat palsu pada periode januari – juni dari golongan vaksin, anti - tetanus serum, serta obat anti disfungsi ereksi.

Pengungkapan 33 produk pangan ilegal tanpa ijin edar yang menimbulkan kerugian Negara mencapai Rp 33 miliar, ribuan pangan ilegal tersebut sudah disita BPOM. Pengungkapan kasus vaksin palsu ditangani langsung oleh Satgas yang terdiri dari BPOM, Kemenkes, IDI, IDAI. Penyelidikan atas masuknya makanan minuman ilegal langsung ditangani Polri. lanjut Ari.

“ Penegakan hukum atas tindak pidana obat dan makanan di masyarakat sudah jelas tujuannya untuk memberikan rasa kepastian, keadilan, kemanfaatan bagi bangsa dan Negara.” tegas Ari. (aditia/detikcom/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response