Berangkat dari Ketidaksengajaan Mahasiswa Unsoed Ini Sukses Membangun UMKM Percetakan

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Mahasiswa Program Diploma D3 Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 2022 Arion Dwi Saputro memiliki berbagai keterampilan, seperti Desain Grafis, Fotografi, Penulis Konten, Pemasaran, Komunikasi Bisnis, dan Kewirausahaan.

Rion (sapaan akrab Arion Dwi Saputro) memiliki tekad yang kuat untuk menjadi pengusaha muda sebelum usia 25 tahun. 

"Dia memiliki kemampuan interpersonal, kreatif, dan inovatif yang baik. Selain berpengalaman dalam berbagai proyek dan organisasi, Rion tertarik juga di bidang kreatif atau wirausaha. Dia menerima beasiswa Jalinan Persahabatan Indonesia -Jerman 2015-2024, Kinderhilfe Indonesien e.V.,"ungkap Ir.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com kepada Matamatanews.com.

Rion akan membagikan kisahnya menjadi seorang pelajar dan mahasiswa berwirausaha.

Tukang Nyetak adalah usaha yang ia rintis sejak awal tahun 2020. Hingga kini usaha tersebut terus berkembang dan berupaya meningkatkan kualitasnya, baik dari segi produk maupun pelayanannya. Pemilihan nama “Tukang Nyetak” merupakan suatu harapan agar masyarakat mudah mengingat dan menghafal brand yang ia dirikan.

Berkembangnya Tukang Nyetak mengartikan bahwa bertambahnya customer yang ia miliki akan semakin banyak pula kesibukannya. Namun, keterbatasan waktu yang dimiliki tidak menghalanginya untuk tetap berprestasi di perkuliahan. 

Kedisiplinan dan ketekunannya telah mengantarkannya pada berbagai kesempatan termasuk mendapatkan dukungan dari para dosen untuk mengembangkan usahanya. Rion cukup aktif mengikuti berbagai perlombaan dalam bidang desain grafis sebagai salah satu bentuk usahanya untuk terus meningkatkan kreativitas dalam karya desainnya. 

Tiap hari Rion berolah raga untuk menjaga kesehatannya dengan  bersepeda, renang ataupun jogging di akhir pekan. Capaian IPK akademiknya mencapai 3.79/4.00 pada tahun 2022, diharapkan lulus pada tahun 2025 nanti.

Rion masih dalam proses pembelajaran dan menyelesaikan beberapa langkah, seperti membangun tim dan memasarkan bisnis. Namun, dia optimis bahwa bisnis ini akan berkembang pesat di masa depan. Dia meyakini dengan kerja keras dan dedikasi, ia dapat mencapai target-target tersebut dan menjadikan bisnis ini sukses. 

Keyakinannya itu sejalan dengan realitas yang terjadi di masyarakat. Di mana kebutuhan akan mencetak undangan, brosur, kartu nama, banner dalam bentuk fisik akan terus dibutuhkan. 

Ketika pergeseran zaman yang serba digital itu sudah terjadi beberapa tahun ke belakang, keahliannya sebagai desain grafis tidak akan tergerus seiring bertambahnya zaman. Rion bertekad untuk terus memperbaharui kemampuannya sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi, salah satunya pada desain desain UI/UX interaktif. 

Saat ini Rion mulai memproduksi undangan digital. Desain-desain yang dia buat pun semakin beragam. Usaha ini semakin dikenal dan mendapatkan banyak  feedback yang baik. 

1. Awal Mula Bisnis

Lahir dari keluarga dengan latar belakang seorang wirausahawan membuat Rion memiliki ketertarikan untuk mendalami jenis pekerjaan yang satu ini. Kemampuannya dalam desain grafis dia kombinasikan dengan ketertarikannya untuk berwirausaha di industri percetakan.

“Semangat berwirausaha sudah tumbuh dalam diri Rion sejak duduk di bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Rion senang melihat kedua orang tuanya berbisnis dan ingin mengikuti jejak mereka. 

Saat Rion kelas XI, Pandemi Covid-19 melanda. Berbulan-bulan melaksanakan sekolah daring, melakukan hal yang sama berulang kali yang cukup membosankan. Tiba-tiba ada teman  mengajaknya untuk memulai jualan cetak stiker dan foto melalui sistem pre-order. Lalu cetakan ini di lempar ke percetakan besar.

2. Tukang Nyetak

Awal mula ide bisnis ini berasal dari temannya secara iseng. Seperti biasa Rion hanyalah seorang pelajar SMK yang ingin memiliki uang tambahan. Seiring berjalannya waktu peminat usaha yang ia jalankan semakin bertambah. Banyak permintaan untuk menerima jasa percetakan. 

Lalu Rion membuka jasa cetak tersebut dengan menyediakan variasi sebanyak mungkin. Awal mulanya ia belum bisa mendesain produk-produk tersebut. Tapi dia memberanikan diri untuk menerimanya sembari belajar desain grafis tambahan yang diperolehnya melalui tutorial Youtube. 

Seiring berjalannya waktu, Rion memutuskan untuk menamai usahanya dengan nama “Tukang Nyetak”. Singkat saja agar para customer mudah untuk menghafal produk yang dia kembangkan. Bukan lagi hanya cetak stiker dan foto, tapi banyak pelayanan jasa yang ingin ia tawarkan. Kemudian pada tahun 2023, Rion memutuskan bisnis ini di handle sendiri karena temannya ada kewajiban lain di luar aktivitasnya.

3. Perkembangan Bisnis

Setelah memberi nama usahanya “Tukang Nyetak”, Rion mulai mempromosikannya lewat media sosial. Dia membuat akun Instagram, Facebook, dan WhatsApp untuk memperluas jangkauan kepada pelanggan. 

Rencana berikutnya membuat website sendiri untuk memudahkan pelanggan memesan produk secara online. Rion menawarkan berbagai macam produk percetakan, seperti stiker, foto, brosur, kalender, banner, undangan pernikahan, undangan digital, kartu nama, dan lain-lain. 

Dia juga menerima desain khusus sesuai dengan permintaan pelanggan.

Rion berusaha memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional, serta memberikan harga yang terjangkau dan bersaing dengan percetakan lain.

Rion selalu mengutamakan kualitas produknya dan memastikan pelanggan puas dengan hasilnya. Dia juga memberikan garansi jika ada produk yang rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.

Bisnis Rion pun semakin berkembang dan mendapat banyak respon positif dari pelanggan. Bahkan mulai mendapat banyak testimoni dan ulasan baik di media sosial. Dia senang melihat pelanggan puas dan merekomendasikan usahanya kepada orang lain. Pesananpun mulai berdatangan, bahkan dari luar kota. Untuk itu, dia mengirimkan produknya lewat jasa pengiriman yang terpercaya dan aman.

4. Pengalaman Berharga

Dalam menjalankan bisnis ini, Rion banyak belajar dan mendapat pengalaman berharga. Belajar bagaimana mengelola waktu, keuangan, dan sumber daya dengan baik. Dia juga belajar bagaimana berkomunikasi selain dengan pelanggan, mitra usaha, dan juga komunikasi baik dengan 2 karyawannya. Rion juga belajar bagaimana mengatasi masalah, tantangan, dan persaingan dengan baik, belajar bagaimana berinovasi, berkreasi, dan beradaptasi dengan baik. 

Rion juga mendapat banyak manfaat dari bisnis ini. Bisnis yang dia tekuni bisa menambah penghasilan dan membantu ekonomi keluarganya, membiayai kuliahnya sendiri dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Didampingi itu dia bisa membeli peralatan dan perlengkapan yang terkait kebutuhan untuk usaha bisnisnya, memperluas jaringan dan relasinya.

Rion merasa bangga dan bersyukur karena bisnis ini adalah passionnya. Dia senang bisa berbagi kebahagiaan dengan pelanggannya serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. 

5. Pesan dan Motivasi

Dia ingin berpesan kepada teman-teman mahasiswa yang ingin berwirausaha : Jangan takut untuk mencoba dan memulai. Jangan ragu untuk belajar dan berkembang. Jangan malas untuk bekerja keras dan berdedikasi. Jangan menyerah untuk menghadapi rintangan dan kesulitan. Jangan lupa untuk bersyukur dan berbagi.

Rion juga ingin memberikan motivasi kepada teman-teman mahasiswa yang akan berwirausaha. Percayalah bahwa Anda bisa. Percayalah bahwa Anda memiliki potensi dan bakat. Percayalah bahwa Anda memiliki tujuan dan visi. Percayalah bahwa Anda memiliki dukungan dan bantuan. Percayalah bahwa Anda memiliki kesempatan dan peluang.

Rion berharap ceritanya bisa menginspirasi dan memberi semangat kepada teman-teman mahasiswa yang ingin berwirausaha. Dia juga berharap teman-teman mahasiswa bisa sukses dalam kuliah dan bisnis. 

Harapan lain pertama, bisa menjadi generasi muda yang berprestasi dan berkarya. Kedua, teman-teman mahasiswa bisa menjadi agen perubahan dan pembangunan. Ketiga, mahasiswa bisa menjadi mahasiswa yang juga berwirausaha. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response