Benarkah Pemerintahan Jokowi Suka Berhalunisasi?

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Belum lama ini Joe Biden baru saja menyetujui dana stimulus Amerika Serikat sebesar $ 1,9 triliun dan tiap warga Amerika mendapat bantuan tunai $ 1400 atau setara dengan 20 juta rupiah per bulan. Pemerintahan Jokowi ini mengkhayal akan meningkatkan pertumbuhan PDB sebesar 4 persen hingga 5 persen tahun ini dan 6 persen untuk tahun depan.Namun semua itu, kata sejumlah ekonom hanya merupakan halunisasi atau sekedar omong doang (omdo) saja bila dana stimulus yang dibutuhkan sebesar Rp 5.900 triliun atau $ 400 miliar tidak didapat.

Saya pribadi mendukung penuh bahkan siap membantu untuk mendapatkan dana stimulus Rp 5900 triliun tersebut dengan syarat, "Jokowi dan semua pejabatnya bersumpah akan menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi laranganNya". Jika rakyat Amerika mendapat $ 1,9 triliun, maka rakyat Indonesia yang lebih miskin dan terpuruk ini harusnya dapat ‘lebih besar’ dari $ 1,9 triliun, bukannya lebih kecil. Tapi saya maklum, mungkin karena mental bangsa ini masih agak penakut dan peragu , maka yang ditarget hanya 20 persen dari stimulusnya Amerika Serikat. 

Saya sejujurnya muak dengan segala kedunguan ini, kapan kita bisa besar jika yang kita lakukan hanyalah hal - hal yang jauh dibawah negara - negara besar tersebut. Saya pasti dibilang oleh sebagian besar orang sebagai orang yang tidak rasional atau berkhayal saja, justru hal itu semakin membuat saya yakin bahwa bangsa ini memang berjiwa kerdil atau stunting. Padahal mengakunya punya Tuhan Yang Maha Besar, tapi standardnya kenapa rendah sekali? Sampai kiamatpun rasanya kita tidak akan pernah bisa menyamai negara - negara besar tersebut jika dipimpin oleh pemerintahan yang takut pada hal - hal yang besar. 

Saya sudah dapat tawaran pinjaman $ 500 miliar per tahun dari National Standard Finance, jika kita kelola dengan baik maka kita bisa mendapatkan keuntungan berlipat ganda. Jadi kita bisa membangun bangsa dan negara ini serta mengejar ketertinggalan kita dari Amerika, Cina, Qatar dan berbagai negara kaya lainnya di dunia. 

Saya adalah rakyat Indonesia yang tidak punya kekuasaan apapun juga, jika rakyatnya saja berani dan selalu berpikiran besar, kenapa para pejabat yang berkuasa dan memiliki anggaran lebih dari 2500 triliun rupiah per tahun berpikirnya sempit, dangkal dan kerdil. Kapan NKRI bisa besar jika dipimpin dengan cara murahan seperti ini? Naudzubillah mindzaliq. (Penulis : Abdurrahman Imbang Djaja Chairul (Ketua Lembaga Ekonomi Islam).

redaksi

No comment

Leave a Response