Benarkah Kapal Besar NKRI akan Tenggelam?

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Berbagai diskusi yang melibatkan para pelaku, pengamat dan pakar ekonomi marak dilakukan di seluruh Indonesia. Semua berpendapat sama, setelah setahun diterapkannya protokol kesehatan berbagai usaha,baik menengah maupun kecil mengalami dampak negatif. Detailnya bisa dilihat langsung di berbagai akun organisasi pengusaha dan pengamat ekonomi.Semua menyatakan obatnya hanya ada dua, yaitu "Dana Stimulus yang besar dan Dicabutnya Protokol Kesehatan".

Para ahli Epidemiologi menyatakan penanganan pandemik COVID-9 ini kurang baik alias amburadul,sehingga dana ratusan triliun yang sudah keluar tidak membuat pandemik COVID-19 berkurang. Belum lama ini saya menanyakan langsung pada Presiden salah satu organisasi Serikat Pekerja, menurutnya keadaan anggota masih bisa bertahan tapi THR-nya dicicil. Ia memperkirakan jika kondisi tetap seperti ini kemungkinan besar tiga bulan ke depan semua akan terkapar.

Sedangkan menurut Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia saat ini 55 persen UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) kita sudah almarhum. Tiga puluh persen lagi sekarat, sisanya hanya empat persen yang sehat, yang enam persen sakit-sakitan. Semua menteri ekonomi sekarang tutup mulut, kelompok Solo yang dimotori Gubernur BI dan Ketua OJK berusaha menghibur dengan mengarahkan semua pihak pada harga rupiah yang stabil terhadap US Dolar, padahal semua menggunakan rupiah dalam transaksi dalam negeri dan daya beli rupiah ambrol terus.

Jika mayoritas kita ini bukan umat beragama kemungkinan semua sudah putus asa, untungnya mayoritas rakyat kita adalah orang-orang Jawa yang agamis dan super sabar, jadi semua "nrimo" dan terserah gusti Allah saja.

Saya yakin kapal besar ini tidak akan tenggelam, yang mungkin terjadi hanyalah ganti awak kapalnya saja. Baik secara kasar maupun secara halus,  sehingga para pihak yang benar-benar beriman, semua santai-santai saja karena mereka ihlas dan nrimo, hanya sebagian kecil yang kisruh melulu. Mereka adalah para pihak yang menuhankan harta, tahta dan wanita. Orangnya itu-itu juga, termasuk para politikus, pebisnis besar dan para penggembiranya.

Bangsa Nusantara ini adalah bangsa yang unik yang tidak akan bubar, karena mereka muncul, tumbuh dan besar dari tanah airnya sendiri, bukan impor dari tempat lain. Semua suku di Nusantara ini tidak akan kemana-mana, sehingga NKRI boleh berubah tapi bangsa Nusantara ini tetap ada di tanah kelahirannya masing-masing. Mereka sudah ada sebelum NKRI terbentuk tahun 1945.(Abdurrahman Imbang Djaja Chairul -Ketua Lembaga Ekonomi Islam )
 

 

redaksi

No comment

Leave a Response