Benarkah Indonesia Sudah Memasuki Tahap Broken Arrow?

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Broken Arrow atau ‘anak panah yang patah’ adalah suatu istilah yang dibuat Angkatan Darat Amerika Serikat,ketika Perang Vietnam berkecamuk pada tahun 1964 hingga 1973.Broken Arrow adalah sebuah kode yang dibuat Angkatan Udara Amerika Serikat, sebagai kode bahwa pasukan di darat sedang menghadapi musuh yang luar biasa jumlahnya jauh melebihi kekuatan pasukan untuk bertahan.

Kode ini dilaporkan pimpinan pasukan di medan pertempuran yang artinya ‘pasukan pasti kalah’ dan minta ‘bantuan segera’ agar pasukan tidak dibantai dan dihabisi musuh.Menurut Ketua Lembaga Ekonomi Islama (LEI) Abdurrahman Imbang Djaja Chairul,seakan sama persis dengan yang dialami pemerintahan Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi saat ini.

Menurutnya, serangan dahsyat seakan telah menghancurkan seluruh pertahanan presiden Jokowi, mulai dari pandemik COVID-19,korupsinya para menteri, reshufle kabinet yang tidak ada pengaruhnya terhadap kinerja pemerintahan, konflik terkait vaksin nusantara,pinjaman atau hutang dan investasi yang tidak pernah terealisasi menjadi sandungan bagi pemerintahan presiden Jokowi ke depan.

Belum lagi pertumbuhan ekonomi yang minus satu persen di kwartal pertama 2021 dan defisit APBN yang sudah mencapai dikisaran Rp 144 triliun, pendapatan pajak  anjlok drastis, hutang bertambah terus, embargo vaksin yang merusak agenda vaksinasi, akan menambah beban pemerintah, kata Imbang.Selain itu, ia juga menyoroti bencana alam yang tiada habisnya dengan pengungsi puluhan ribu dan korban tewas yang cukup banyak serta polemik buku sejarah terkait KH.Hasyim Asyari maupun konflik Moeldoko Vs AHY sebagai bagian bencana dan beban yang dipikul pemerintahan presiden Jokowi saat ini.

“Belum lagi Perpres miras yang tidak seumur jagung, dilarangnya umat Islam ibadah umrah, mungkin juga akan ada pelarang haji, unlawfull killing laskar FPI, penyidik anti rasuah atau KPK yang minta disogok pejabat Tanjung Balai,kontroversi anak mantu presiden Jokowi,tidak jalannya proyek Pertamina di Tuban, batalnya sejumlah investor ke ibukota baru, korban KKB Papua dan MIT Poso yang terus berjatuhan,, bom bunuh diri dan penyerangan ke Mabes Polri, penistaan aga yang bisa memicu Bharatayudha oleh Joseph Paul Zhang yang hingga kini belum bisa diamankan, tragedi KRI Naggala 402 yang telah dinyatakan tenggelam dan gugur seluruh awaknya, lalu masuknya 450 warga negara India padahal disana pandemik COVID-19 sedang ganas-ganasnya dan sebentar lagi ada Idul Fitri yang pro kontranya dikhawatirkan akan memicu kerusuhan karena jutaan pemudik memaksa pulang kampung, serta kemungkinan akan marah lantaran sulitnya masuk ke kota asal setelah Idul Fitri di kampung halaman,” jelas Imbang.

“Walaupun pernyataan Broken Arrow tidak terlontar dari bibir presiden Jokowi, saya dapat informasi dari para sahabat dan dari medsos, pernyataan-pernyatan para tokoh nasional serta para ahli yang menyimpulkan bahwa kita ‘sudah kalah total’ dari musuh-musuh yang saya uraikan diatas,” tegas Imbang.

Kata Imbang, bagi orang yang benar-benar beriman kepada Allah, satu-satunya yang bisa menyelamatkan bangsa dan negara dari keterpurukan adalah Allah subhanahu wa ta’ala.Percuma saja pemerintah menutupi berbagai kekalahan yang tengah terjadi.

“Karena kemajuan tekhnologi komunikasi yang dahsyat ditambah dengan para pejabat yang tidak kompak bahkan terkesan saling menyerang seperti kasus impor 1 juta ton beras dan polemik vaksin nusantara, memuat semua yang terjadi bocor kemana-mana dan pada akhirnya bisa diketahui seluruh dunia dengan gamblang.Saya prihatin atas terjadinya berbagai tragedi kemanusiaan yang merengut nyawa banyak orang,terlebih nyawa orang-orang yang keahliannya sukar tergantikan.Intinya, siapapun yang ingin selamat,bergegaslah taubatan nasuha, dan mohon pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala,”

Solusi Apa Yang Bisa Anda Ditawarkan?

“Saya tidak punya solusi apapun, yang punya hanya Allah.Jadi tidak akan ada solusi jika para penguasanya dibenci Allah. Saya sarankan sebelum Allah marah besar, sebaiknya seluruh pejabat pusat dan daerah maupun tokoh segala bidang melakukan intsrospeksi total. Lakukan dengan jujur dan lurus tanpa ada yang di-tutup-tutupi, karena Allah tidak bisa dibohongi. Jika sudah ketemu kesalahan yang diperbuat, segera hentikan dan bertaubat total. Insya Allah dengan cara demikian Allah berkenan menyelamatkan kita semua,” jelas Imbang,serius.

Tapi Anda Bersedia,kan Jika Diminta Untuk Menolong Bangsa dan Negara ?

“Saya memang punya berbagai sahabat yang mengaku bisa menolong bangsa dan negara ini, tetapi saya tidak akan meminta mereka membantu kita jika para pejabat kita masih belum kompak. Pengalaman nyata yang saya alami adalah terkait dana dari National Standard Finance (NSF) yang pada hari Jum'at pagi tanggal 5 juni 2020 dilaporkan ke presiden Jokowi di istana Bogor oleh almarhum pak Dang Fathurrahman. Almarhum kemudian memberitahu saya bahwa presiden Jokowi setuju untuk ditindak lanjuti, ternyata sampai detik ini tidak ada tindak lanjutnya.

Jadi saya hanya akan membantu jika semua yang berwenang dalam urusan dana atau masalah apapun yang sedang dihadapi, benar-benar orang yang soleh dan soleha. Karena apa yang ada di sahabat-sahabat saya, semuanya adalah milik Allah.

Saya pribadi fokus mendekatkan diri pada Allah subhanahu wa ta’ala dihari tua ini. Jika Allah  perintahkan saya untuk menolong bangsa dan negara ini, pasti ada tanada-tanda yang jelas dari Allah untuk diri saya. Sehingga meskipun saya sangat yakin Allah via sahabat-sahabat saya mampu mengatasi semua masalah yang ada, tetapi hingga detik ini saya belum mendapat tanda-tanda dari Allah.Maka saya tidak tergerak atau tepatnya tidak berani untuk ikut campur dalam masalah bangsa dan negara yang sedang ditangani pemerintahan presiden Jokowi yang menurut para ahli berbagai bidang telah masuk dalam tahap Broken Arrow,” pungkas Imbang.(bar)

 

redaksi

No comment

Leave a Response