Benarkah Cina Bisa Menghapus Pasukan Amerika di Asia Jika Perang Meletus?

Matamatanews.com, JAKARTA—Benarkah Cina dapat menghapus pasukan Amerika Serikat di Asia jika perang meletus? Bisa ya, bisa juga sebaliknya, karena perang itu sendiri sejauh ini masih dalam retorika dan belum menjadi kenyataan. Peneliti Asal Australia disebutkan telah  mengeluarkan laporan baru yang mengklaim bahwa rudal balisttik bertekhnologi tinggi buatan Cina dapat melumpuhkan pangkalan militer Amerika serikat dan pasukan lautnya dalam beberapa jamjika konflik bersenjata meletus di Pasifik Barat antara kedua negara adidaya tersebut.

Laporan setebal 104 halaman itu diterbitkan oleh Pusat Studi Amerika Serikat di Universitas Sydney di mana mereka menganalisis strategi dan pengeluaran militer Amerika Serikat serta aliansi di wilayah tersebut.

Laporan itu patut mendapat perhatian karena beberapa ahli militer Cina masih percaya bahwa Amerika Serikat adalah kekuatan superior di wilayah tersebut sebagaimana dibuktikan oleh USS Ronald Reagan, supercarrier bertenaga nuklir kelas Nimitz, dan rombongannya merapat di Filipina dan Filipina. Armada ketujuh yang kuat yang berbasis di Jepang.

Laporan tersebut secara akurat menyatakan bahwa Cina membuat kemajuan teknologi yang pesat. Cina juga diperkirakan akan menugaskan kapal induk kedua, yang merupakan kapal induk tipe 001A yang belum lama dinamai. Armada Amerika serikat memiliki 11 kapal induk bertenaga nuklir sehingga prospek Cina melampaui Amerika Serikat untuk supremasi militer sangat kecil.

Laporan itu menyarankan bahwa Amerika Serikat dan sekutu regionalnya perlu merombak rencana investasi militer mereka dan strategi penyebaran untuk melawan perilaku agresif Cina baru-baru ini di Laut Cina selatan dan perairan Asia lainnya.

Penulis utama laporan ini, Ashley Townshend, mengatakan kepada This Week in Asia tentang China, “Ketika kekuatannya meningkat, mungkin akan berani untuk bermain di bagian rantai pulau pertama, termasuk Taiwan, yang akan secara serius membatasi keamanan. cakrawala untuk semua pihak. ”Pernyataan itu mengacu pada rantai pulau yang membentang dari kepulauan Jepang ke Kalimantan.

Poin terkuat dalam laporan ini difokuskan pada kemampuan Pasukan Roket Cina yang bisa digunakan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). PLA dipersenjatai dengan sejumlah besar rudal termasuk:

  • Diperkirakan 1.500 rudal balistik jarak pendek.
  • 450 rudal jarak menengah
  • 160 rudal jarak menengah
  • Ratusan rudal jelajah peluncuran jarak jauh.
  • Beberapa rudal digambarkan sebagai " pembunuh kapal induk ," seperti DF-21D, dengan jangkauan hingga 1.500 km.

Ini semua adalah rudal balistik konvensional yang mampu menyerang Singapura dan kepentingan besar Amerika lainnya di Korea Selatan dan Jepang. Laporan lembaga think tank Australia menunjukkan bahwa Cina dapat mengerahkan rudal dalam serangan mendadak beberapa jam sebelum bala bantuan Amerika Serikat bisa tiba, memberi China keuntungan besar pada awal pertempuran apa pun.(bar/ibt)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response