Bedug Pendowo Masih Yang Terbesar di Dunia

 

Matamatanews.com, PURWOREJO—Salah satu ikon dan destinasi wisata andalan kota Purworejo adalah Bedug Pendowo yang terdapat di dalam Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo. Dengan ukuran yang sangat besar inilah yang menjadi daya tarik wisatawan religi dari dalam dan luar kota.

Menurut sejarahnya bedug ini dibuat pada masa pemerintahan Raden Adipati Cokronegoro I sekitar abad 18.  Kala itu sang Adipati menghendaki dibuatkan sebuah bedug sebagai penanda datangnya Sholat fardhu dan kegiatan umat Islam waktu itu. Diutuslah para abdi Kadipaten dan ulama untuk membuat pesanan Adipati tersebut.  

Ditunjuklah Raden Tumenggung Prawironegoro untuk memimpin proyek besar itu. Bahan yang digunakanpun tidak sembarangan berupa Kayu Jati Bang bercabang lima yang diambil "bongkot" atau pangkal pohonnya. Kayu ini adalah sisa dari tiang Masjid Agung dan Pendopo Kadipaten dengan diameter 2.5 meter. Proses pembuatan dilakukan di sebuah dukuh bernama Dukuh Pendowo berjarak 9 km dari pusat kota Purworejo.

Setelah bedug itu selesai dibuat muncul permasalah baru yakni pemindahan dari Pendowo ke kota. Dengan medan yang sulit saat itu dan dikelilingi hutan yang lebat menjadi tantangan tersendiri bagi RT Prawironegoro. Maka diutuslah Kyai Muhammad Irsyad yang kebetulan adalah menantu dari RT Prawironegoro sendiri untuk menangani proses pemindahannya. Konon dibutuhkan waktu 20 hari untuk memindahkan bedug berukuran jumbo itu.

Sesampai di tempat tujuan disempurnakanlah bentuk  bedug menggunakan kulit seekor banteng. Ada 2 buah gong besar diletakan di dalam bedug berfungsi sebagai penambah keras suaranya. Bedug tersebut diletakan di serambi masjid sebelah selatan sampai sekarang.

Data fisik Beduk Pendowo panjang 292 cm,  garis tengah depan 194 cm,  garis tengah belakang 180 cm, keliling depan 601 cm, keliling belakang 564 cm, jumlah paku depan 112 buah dan jumlah paku belakang 98 buah.

Saat ini Bedug Pendowo telah ditetapkan sebagai cagar budaya, demi menjaga keutuhan dibunyikan setiap hari Jumat dan perayaan hari besar Idul Fitri dan Idul Adha. ( hen/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response