Baratadewa Sakti Sebut Kita Harus Bijak Ketika Berbelanja Online

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Pandemi Covid-19 membuat banyak perubahan salah satunya belanja melalui daring (online), yang akhir akhir ini meningkat drastis. Belanja secara daring kini menjadi pilihan terbaik tanpa repot-repot keluar rumah. Selain mudah, cara ini lebih praktis dibandingkan ke toko secara langsung. Tak hanya itu, belanja online dinilai mempunyai banyak keunggulan, seperti praktis, efisien dan lain lain. Cash on Delivery (COD) alias bayar di tempat menjadi salah satu metode pembayaran online yang populer.

Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Sipil Unsoed (IATS) Baratadewa Sakti Perdana,ST,CPMM,AWP memaparkan bahwa setiap 75 dari 100 orang di Indonesia yang bertransaksi jual beli, didominasi karena keinginan. Pada tahun 2020 BPS merilis survei bahwa setiap 73 dari 100 orang di Indonesia lebih memilih membeli dengan transaksi COD (bayar di tempat).

Baratadewa yang sehari-harinya bekerja sebagai Financial Planner Independent ini menjelaskan bahwa peningkatan rasa ingin membeli hingga terjadi transaksi ini, sejarahnya terjadi 5-10 tahun lalu, dimana ilmu hypnosis selling mulai dikenal dalam dunia marketing dan mulai diimplementasikan dalam strategi pemasaran. 

"Hypnosis selling adalah ilmu yang dapat membangkitkan emosi serta pikiran bawah sadar orang untuk melakukan pembelian," katanya.

Baratadewa mengatakan, jika anda pernah membaca suatu tulisan dan menjadikan keinginan anda meningkat untuk membeli, maka boleh jadi copywriting pada tulisan yang Anda baca ini, mengandung hypnosis selling.

Menurut Baratadewa, ketika seseorang membelanjakan penghasilannya, biasanya untuk 3 kategori saja. Yaitu untuk belanja WAJIB, BUTUH dan INGIN. 

"Tentu kita tahu bahwa membayar listrik adalah WAJIB, membayar PAM/PDAM juga WAJIB, begitu pula dengan sewa atau kontrak kamar atau rumah adalah WAJIB. Sedangkan membeli beras, membeli bensin termasuk BUTUH. Namun, kita tak akan pernah tahu seberapa besar batasan INGIN kita," jelasnya.

"Sehingga apabila keuangan anda boros, susah nabung, susah investasi bahkan sulit buat beli yang dibutuhkan apalagi bayar yang wajib, boleh jadi anda terlalu banyak pengeluaran yang dialokasikan untuk beli yang INGIN INGIN saja," ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan hiruk pikuk dinamika COD yang sedang viral dan dianggap merugikan baik penjual maupun pembeli. Apakah memang pembeli banyak yang gagal paham mekanisme jual beli COD atau justru ketentuan dalam skema COD pada marketplace yang perlu dibenahi? 

Lalu, bagaimana pembeli harus bersikap untuk mengendalikan keinginan akibat hypno selling yang makin menggurita bentuknya kini?. Bagaimana pula pembeli harus bersikap agar tidak usah menyalahkan sang kurir yang notabene hanya petugas pengantar barang? Atau apa yang sebaiknya dilakukan penjual agar kegagalan transaksi COD dapat diminimalisir?. 

"Selengkapnya mari kita simak pembahasan yang penuh keceriaan antara saya Baratadewa bersama @yosimokalu Project Pop dengan tema "Bijak Berbelanja Online" yang akan di gelar hari ini Kamis, 17 Juni 2021 pukul 16.00 - 17.00 WIB. hanya di radio kesayangan kita semua Radio Republik Indonesia yang tayang di seluruh Indonesia di channel Pro 4 FM RRI Jakarta," ajak Baratadewa. (Hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response