Bantu Pemerintah, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia Transparansi data Covid-19 ,Sebagai Contoh Perusahaan Lain

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Keterbukaan data ditengah pandemi Covid-19 saat ini adalah hal yang mutlak dan sangat penting ,dalam proses berjalany pencegahan penyebaran virus .Pasalnya dengan adanya sikap transparansi data tentu akan membantu pemerintah maupun masyarakat dalam upaya preventif menghadapi masalah saat ini. Namun kebalikanya Jika data saja sudah dimanipulasi bahkan ditutupi oleh karena suatu sebab dan alasan ,potensi penyebaran virus akan semakin besar .

Tujuan pemerintah sendiri,dengan mengadakan rpidtes masal dan bahkan ditargetkan Presiden bahwa 1hari bisa cek 10.000 orng adalah bentuk pengumpulan data actual dengan margin eror yang tidak terlalu besar ,harapan nyabbisa mengerucutkan dan mendeteksi orang yang terpapar serta memisahkan dari yang tidak ,sebagai upaya memutus mata rantai penularan.

Dan dari data tersebut lah , pemerintah akan mengambil kebijakan yang tepat sebagai solusi dari permasalahan berdasarkan data yang ada.

 Dikutip dari laman kumparan.com , salah satu perusahaan Astra Group yaitu PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bersikap transparan dengan menginformasikan satu karyawan non-produksi di pabrik Karawang, Jawa Barat positif virus corona atau COVID-19.

Direktur Administrasi dan Hubungan EksternalTMMIN Bob Azam mengkonfirmasi, hasil tersebut diketahui setelah menjalani tes PCR (Polymerase Chain Reaction), atau swab test virus corona pada 12 Mei 2020 lalu.

"Iya positif, jadi mereka itu sudah menjalani WFH 2 minggu kemudian kami ada kegiatan produksi dan mereka hadir. Saat hadir kami ada rapid test, hasilnya ada yang reaktif.total ada 4.500 karyawan sudah kita rapid semua," jelas Bob saat dihubungi, Kamis (14/5).

Diketahui bahwa PT.TMMIN beberapa waktu lalu melakukan kegiatan Rapidtest Mandiri untuk seluruh karyawan . Ini merupakan bentuk  dari implementasi Toyota Way ,yakni respect to people dan mengedepankan Safety sebagai Pilar utama dalam pekerjaan.

Kini, kata Bob, satu karyawan tersebut langsung menjalani isolasi di rumah sakit. "Dia seperti orang tanpa gejala dan keluhan ya. Tapi sekarang kondisinya baik dan bagus. Intinya ke depan kita harus membangun sistem dan protokol kesehatan yang kuat," ungkapnya.

Bob melanjutkan, transparan adanya kasus positif pekerjanya bukanlah sebuah aib. Justru lewat cara ini bisa membantu pemerintah dan memutus mata rantai penyebaran.

"Kesempatan bagi Toyota untuk exercise sistem (kesehatan) yang kuat. The best solution adalah being transparan," timpal Bob.

Sementara itu, TMMIN juga terus berkomunikasi dengan pekerja dan pihak rumah sakit untuk memonitor perkembangan kesehatan pekerjanya itu.

"Kita tanyakan setiap hari progresnya seperti apa, informasi dari rumah sakit ke kita, dan kita teruskan ke direksi. Kita kasih endorsement dukungan dari Presiden Direktur sampai direksi Asia Pasifik juga kasih surat," tuturnya.

Lebih lanjut, Bob juga menjamin kegiatan produksi di kedua pabrik Karawang dan Sunter tak mengalami kendala. Meski memang beberapa protokol kesehatan harus dilakukan dan diperketat.

"Tetap kita deep cleaning, bersih-bersih kita lakukan. Semua kegiatan produksi aman, kita harus mulai membiasakan diri tapi tidak boleh acuh juga. Makanya protokol kesehatan harus benar-benar dibangun," tegas dia.

Kedepan harapanya, masyarakat tetap tenang dan waspada dalam segala hal ,dengan tetap mematuhi anjuran dari pemerintah melalui protol kesehatan yang telah ditetapkan.(Ros/Berbagaisumber).

 

redaksi

No comment

Leave a Response