Bantahan Militer Myanmar, Tak Digubris Komisi HAM PBB

 

Matamatanews.com, YANGON—Militer Myanmar membantah laporan tentang kekejaman yang dilakukan pihaknya terhadap warga Muslim Rohingya yang jumlahnya mencapai ratusan hingga ribuan orang terluka parah. Namun bantahan tersebut tidak mengurangi tim investigasi dari HAM PBB untuk terus melakukan pendataan dan pendalaman dari para saksi mata atas kekerasan dan kekejaman yang dilakukan tentara Myanmar di Rakhine.

Warga sipil Rohingya yang berhasil melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine, Myanmar mengatakan bahwa militer pemerintah Myanmar telah melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap warga sipil di Rakhine. Para tentara juga menembaki rumah warga sipil , baik yang kosong maupun yang masih dihuni.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, dalam 10 hari terakhir ada sekitar 70.000 lebih warga Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine mencari keamanan di negara tetangga Bangladesh setelah  kelompok bersenjata menyerang sebuah pangkalan militer di wilayah barat Rakhine pada 25 Agustus lalu.

Sejumlah lembaga bantuan kemanusiaan mengatakan, mereka terpaksa menghentikan membagikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Rohingya karena khawatir dengan keselamatan para staf yang melakukan hal tersebut dilapangan. (cam/al jazeera)

sam

No comment

Leave a Response