Bank Tanah Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

 

Matamatanews.com, JAKARTA –Upaya pemerintah dalam mengendalikan harga lahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) membentuk bank tanah yang akan beroperasi pada 2017.

Sofyan Djalil, Menteri ATR atau Kepala BPN mengatakan percepatan pembentukan bank tanah ialah untuk membantu masyarakat dengan penghasilan rendah guna memperoleh tempat tinggal. Ia juga menegaskan bank tanah akan fokus pada ketersediaan lahan bagi masyarakat, dengan harga terkendali.

“Kami akan kebut membuat PP. Jangan lagi tunggu undang-undang, draftnya di Januari 2017 bisa selesai. Karena target kita di 2017 sudah beroperasi,” ujar Sofyan dalam keteragan resmi yang dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (18/12/2016).

Sofyan memaparkan bahwa bank tanah dapat memperoleh tanah melalui lahan terlantar, area bekas kawasan hutan dengan harga yang terkontrol. Selain untuk masyarakat berpenghasilan rendah, ia juga menuturkan bank tanah berkaitan dengan upaya pembentukan kota baru, infrastruktur, industri, pariwisata, pertanian dan pangan serta penanganan bencana.

Terkait penyediaan properti bagi masyarakat, menurut Sofyan hal itu melibatkan banyak pihak semacam perbankan. Maka, sambungnya, sektor itu harus aktif menyalurkan kredit perumahan terutama untuk KPR-Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, yang merupakan program subsidi pemerintah.

“Seharusnya pembentukan Bank Tanah dilakukan sejak dulu, karena masyarakat berpenghasilan rendah kesulitan memiliki rumah akibat tingginya harga tanah,” ungkapnya.

Menurut Kementerian terkait keberadaan bank tanah menjadi sangat penting dalam rangka membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam membeli rumah. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response