Bangunan Bermasalah Penghuni Jadi Korban

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Ketua Asosiasi Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (Aperssi), Ibnu Tadji menanggapi persoalan umum yang dimiliki apartemen ibu kota yang bermasalah terkait dengan Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

“ Boleh saya katakan seluruh apartemen, rumah susun hampir semua melanggar SLF,” ungkap Ibnu, seperti dilansir CNNIndonesia. Ia menyebutkan banyak gedung yang yang belum memiliki SLF tapi sudah diperjualbelikan dan difungsikan. Ibnu menganggap pemerintah merupakan pihak yang paling bertanggung jawab karena lalai menindaklanjuti SLF.

Surat tersebut, menurutnya dianggap terlalu penting karena pemerintah sendiri tidak pernah memberikan hukuman bagi rumah susun yang tidak memiliki SLF. Ibnu menilai ini Pemprov DKI Jakarta tidak tegas dalam menindak dan mengawasi rumah susun. Menurutnya, kejadian Apartemen Parama merupakan peringatan bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan agar tidak ada hunian yang bernasib seperti Apartemen Parama.

“ Ini keteledoran yang membuat penghuni jadi korban. Ini bukan masalah Parama saja, masalahnya seluruh DKI. Ada 200 lebih apartemen, coba periksa sungguh – sungguh. Saya tidak yakin pengelola memiliki izin dan PPRS terbentuk,” ujar ibnu.

Ibnu menginginkan pemerintah selalu berkoordinasi dengan pengelola hunian karena menyangkut keselamatan hidup warganya, seperti memberikan informasi penyegelan kepada masyarakat. Ia juga menyoroti Perhimpunan Penghuni dan Pemilik Saruan Rumah Susun (PPPSRS) sebagai perwakilan warga apartemen. Menurutnya, PPPSRS berfungsi untuk mengurusi aset kepemilikan atas tanah bersama dan benda bersama.

“ Apartemen yang baru – baru suka ngundang kalau pergantian pengurus PPPSRS. Di Parama enggak,” imbuhnya.

Lurah Cilandak Barat, Agus Gunawan juga menyangka Parama tidak miliki PPPSRS karena kelurahan tidak pernah dilibatkan. Sementara resepsionis Apartemen Parama menyatakan rapat PPPSRS rutin dilakukan. Namun, karyawan itu mengaku tidak mengetahui siapa anggota PPPSRS karena tidak pernah mengikuti rapat. Ia juga mengatakan anggota PPPSRS tidak tinggal di Parama.

Menurut Ibnu anggota PPRS idealnya merupakan pemilik unit dan juga menjadi penghunni di rumah susun. Selama ini anggota PPRS diberikan kepada pengembang atau pemilik yang tidak tinggal di hunian itu. Seperti di Apartemen Parama. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response