Bangkitkan Negeri Dari Pandemi, FK Unsoed Dan KAUnsoed Sediakan Puluhan Ribu Dosis Vaksin

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Covid-19 hingga saat ini masih menjadi pandemi, apalagi munculnya mutasi virus yang menyebabkan varian-varian baru yang lebih cepat menular. Strategi jangka panjang agar kita dapat bertahan hidup dari pandemi  yakni percepatan dan pemerataan vaksinasi, diiringi protokol kesehatan dan upaya lain, seperti peningkatan pemeriksaan (testing) dan pelacakan (tracing) serta perawatan pasien Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi pemaparan Sekretaris Tim Pendampingan Adaptasi Kebiasaan Baru (TP-AKB)/Satgas Covid-19 Unsoed Dyah Susanti,SP.MP.

Einstein berharap warga yang belum mendapatkan vaksinasi diminta segera mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan yang melayani vaksinasi.

Kegiatan vaksinasi ini menurut Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kedokteran Unsoed Dr.dr.Dody Novrial,M.Si.Med,Sp.P menjadi salah satu bagian dari upaya percepatan pengendalian pandemi Covid-19.

Dody Novrial yang juga Ketua Tim Pendampingan Adaptasi Kebiasaan Baru (TP-AKB)/Satgas Covid-19 Unsoed ini mengatakan bahwa sebelumnya  Unsoed melalui TP-AKB juga telah bekerjasama dengan PemKab. Banyumas dalam upaya testing, tracking, dan treatment (3T) dengan memanfaatkan Lab Covid Unsoed untuk SWAB PCR bagi Civitas Unsoed dan masyarakat Banyumas. Tracking kontak oleh Divisi Surveilance TP-AKB Unsoed dan Treatment mengadopsi Konsep Telemedicine oleh Tim Monitoring Kesehatan TP-AKB Unsoed.

Sementara, Satgas Covid-19 Unsoed

Dyah Susanti,SP.MP. memaparkan bahwa penanganan pandemi Covid-19, tak dapat dilakukan sendiri. Vaksinasi yang menjadi salah satu upaya membangun imunitas tubuh menurut Dyah, perlu diupayakan percepatannya melalui kerja sama dengan berbagai pihak. 

"Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Banyumas, Salim Group, dan Keluarga Alumni Unsoed (KAUnsoed) menyediakan puluhan ribu dosis vaksin guna mendukung program pemerintah dalam  percepatan vaksinasi, khususnya bagi anak-anak dalam mendukung kesiapan pembelajaran tatap muka dan masyarakat umum termasuk yang tidak ber-KTP Banyumas," kata Dyah Susanti.

Dyah Susanti yang memegang bidang Pengembangan Ekonomi Pedesaan PP KAUnsoed ini menjelaskan bahwa Kabupaten Banyumas yang telah memasuki PPKM level 3 memungkinkan dilaksanakannya kegiatan luring terbatas, termasuk pembelajaran tatap muka dan aktivitas sosial dengan pembatasan-pembatasan tertentu.

Terbatasnya vaksinasi  bagi pelajar di bawah usia 18 tahun mendorong panitia vaksinasi FK Unsoed yang diketuai Dr.dr.M. Rifqy Setyanto,Sp.M., membuka layanan bagi anak usia 12 tahun ke atas, masyarakat umum dan civitas akademika Unsoed. Penyediaan puluhan ribu dosis vaksin melibatkan peran Pengurus Pusat Keluarga Alumni Unsoed (PP KAUnsoed). 

Ketua Umum PP KAUnsoed, Drs.Astera Primanto Bhakti,M.Tax. yang juga Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia berkomitmen untuk mengawal dan mendukung penyediaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi melalui jejaring kelembagaan dan pengerahan alumni. Kegiatan ini juga melibatkan alumni sebagai vaksinator yang terbatas jumlahnya di wilayah Banyumas. 

Dikatakan Dyah Susanti bahwa layanan vaksinasi bagi anak usia 12 tahun ke atas dan masyarakat umum ini dilaksanakan bertahap. 

"Tahap kedua tersedia 11.730 dosis vaksin yang layanannya dilaksanakan mulai tanggal 15 - 19 September 2021, setelah pada tahap sebelumnya pada 2 dan 4 September 2021 melebihi target. Pendaftaran dilakukan secara online bekerja sama dengan Kemenkominfo dan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas melalui https://vaberaya.banyumaskab.go.id/unsoedvac," jelasnya.

Dyah Susanti menambahkan bahwa merespon kebutuhan masyarakat di sekitar Purwokerto dan Banyumas yang merupakan wilayah aglomerasi dimana banyak pendatang dari daerah lain, sasaran vaksinasi diperluas tidak dibatasi bagi penduduk yang ber-KTP Banyumas saja. Warga pendatang kata Dyah, yang beraktivitas secara ekonomi, sosial maupun pendidikan di Purwokerto dapat memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan layanan vaksinasi.

Diharapkan dengan semakin cepatnya vaksinasi menjangkau berbagai lapisan masyarakat, kehidupan di wilayah Banyumas dan sekitarnya berangsur normal. Berjalannya kegiatan pendidikan, sosial, dan ekonomi, diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang "terpuruk" selama pandemi Covid-19. Peran perguruan tinggi dan alumni berkolaborasi dengan pemerintah dan swasta sebagai penggerak percepatan pemulihan kondisi, menjadi bentuk kontribusi nyata mendorong bangkitnya negeri dari pandemi. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response