Bakteri Langka, Kebal Terhadap 26 Antibiotik

 

Matamatanews.com, WASHINGTON DC – Otoritas Kesehatan Amerika Serikat memberi peringatan terhadap kekhawatiran berkembangnya bakteri jenis baru. Sebelumnya, dikabarkan seorang wanita meninggal akibat infeksi bakteri yang kebal terhadap 26 jenis antibiotik.

Seperti yang dilansir AFP, Badan Pencegahan Penyakit AS atau CDC memberikan laporan terhadap temuan yang berasal dari kasus wanita berusia 70 tahun yang berasal dari Nevada pada bulan September lalu, serta pernah dirawat di India karena retak tulang kaki.

Penyebab kematian wanita tersebut karena terinfeksi bakteri langka yang dikenal dengan nama carbapenem-resistant Enterobacteriaceae (CRE). Bakteri tersebut kebat terhadap semua antibiotik yang berada di Amerika. Strain spesies CRE diketahui sebagai Klebsiella pneumoniae.

Bakteri tersebut diuji dan menunjukan hasil yang negatif pada gen mcr-1 yang menunjukan bahwa bakteri tersebut resisten terhadap antibiotik terbaru yakni colistin. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran para ahli kesehatan.

Pada pengujian postmortem menunjukan adanya peluang bakteri tersebut memberikan respon terhadap pengobatan fosfomycin. Namun, pengobatan dengan cara tersebut telah dilarang dilakukan di Amerika.

Seorang peneliti dari University of Strathclyde Skotlandia, Paul Hoskisson mengatakan bahwa di beberapa negara Eropa, metode pengobatan dengan fosfomycin melalui infus hanya dilakukan pada kasus tertentu saja.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa kasus bakteri yang resisten terhadap berbagai obat klebsiella pneumoniae sebagai bentuk ancaman yang mendesak bagi kelangsungan hidup umat manusia. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response